Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2015

Format Proposal Rancangan Alat Teknologi Tepat Guna



  • Penyusunan proposal rancangan alat Teknologi Tepat Guna 2015 menyesuaikan dengan format proposal. 
  • Pengumpulan proposal paling lambat 13 Oktober 2015 jam 16.00.
  • Selanjutnya mahasiswa mempersiapkan alat sesuai dengan proposal untuk dipamerkan pada Pameran Gelar Produk TTG yang direncanakan pada Minggu Pertama bulan Januari (tempat dan waktu menyusul)


Download : Format Proposal Rancangan Alat TTG

Bookmark and Share

Rabu, 11 Maret 2015

MK. Sanitasi Limbah (Pengantar Sanitasi Limbah)

Keadaan sanitasi di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Data WHO, akhir tahun 2014 dikutip dari Kementrian Koordinator Kesehjateraan Rakyat, negara Indonesia berada pada peringkat III (ketiga) di dunia. Dalam hal ini, peran tenaga Kesehatan Masyarakat sangat dibutuhkan. 

Sanitasi dalam hal ini mencakup menjaga higienitas pembuangan limbah cair domestic dan pengelolaan sampah. Berkaitan dengan isu tersebut, maka dalam kuliah pengantar Sanitasi Limbah kali ini, saya sebagai dosen pengampu mengharapkan mahasiswa peserta Mata Kuliah Sanitasi Limbah mengetahui tentang keadaan sanitasi limbah di daerah tempat tinggal mereka, salah satunya dengan menyusun makalah yang berisi tentang fakta dan pendapat mereka tentang upaya sanitasi limbah di daerah mereka.

Deskripsi tugas Mata Kuliah Sanitasi Limbah Pertemuan I :
Bab I. Keadaan sanitasi (data dan artikel) Mahasiswa menjelaskan tentang sanitasi limbah di daerah mereka masing-masing dengan ruang lingkup sanitasi, sebagai berikut : 
  • Pengelolaan limbah cair domestic
  • Pengelolaan sampah
  • Drainease lingkungan
  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Sebagai contoh kasus Mahasiswa A akan membahas tentang pengelolaan limbah domestik di Kab. Pemalang. Maka Bab I berisi tentang : 
  1. Berapa persenkah daerah / jumlah penduduk yang telah membangun sarana pengelolaan limbah ? Bagaiman jenis pengolahan limbah yang dilakukan ? dll
  2. Mahasiswa melampirkan data / artikel kliping tersebut di halaman lampiran. 
Bab II. Program pemerintah daerah Mahasiswa menjelaskan tentang program pemerintah terkait dengan penanganan limbah di daerah tempat tinggal masing-masing. Contoh : 
  1. Fakta berupa data / artikel kliping koran yang berisi tentang pengelolaan limbah domestic yang telah dilakukan di Kab. Pemalang ? Apakah ada pembangunan saluran limbah? Kapan dilakukan? Area pengolahan mana saja? Berapa panjang saluran tsb?dll
  2. Mahasiswa melampirkan data / artikel kliping tersebut di halaman lampiran. 
Bab III. Sanitasi berbasis masyarakat (Anda sarankan)
  1. Apakah pengertian sanitasi berbasis masyarakat ?
  2. Contoh jenis-jenis program sanitasi berbasis masyarakat ?
  3. Pilihlah salah satu jenis program sanitasi berbasis masyarakat yang menurut Anda tepat bagi daerah Anda ? jelaskan alasan Anda.
Bagi mahasiswa yang membutuhkan download Materi Kuliah Sanitasi Limbah pada pertemuan tgl 4 Maret 2015 . Berikut adalah link download :





Bookmark and Share

Rabu, 05 November 2014

Pertemuan 6 TTG : Pengolahan Limbah Aerobik dan Anaerobik

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan air limbah adalah pemilihan  teknologi  pengolahan  air  limbah  yang  tepat. 

Banyak  contoh  sistem pengelolaan  air  limbah  yang  gagal  karena  pemilihan  teknologi yang  keliru.  Sebagian besar dari sistem yang gagal tersebut disebabkan karena pengelola mengalami kesulitan dalam pembiayaan operasional maupun pemeliharaan teknologi pengolahan air limbah yang dipilih. Pemilihan teknologi pengolahan air  limbah sebaiknya mengunakan anggapan bahwa air limbah adalah sumber daya, bukan sesuatu yang harus dibuang. 

Air  limbah harus dipandang sebagai sumber daya karena didalamnya terdapat 4 komponen, yaitu: air + energi + nutrien + peluang kerja. Air, yang merupakan komponen utama dari air limbah, bila telah diolah dan memenuhi standar akan dapat dipergunakan untuk irigasi ataupun usaha perikanan. Zat organik, yang merupakan polutan dalam air limbah, bila pengolahannya tepat akan dapat diubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Nutrien yang terdapat dalam air limbah juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pertanian. Sedangkan. Apabila tepat pemilihan teknologinya, pengelolaan air limbah akan memberikan peluang kerja yang tidak sedikit.

Secara umum,  terminologi  pengolahan  air  limbah  secara  alami  (natural  system)  yang akan  dibahas dalam makalah ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • sistem  pengolahan  limbah  secara  alami  bertujuan  untuk  memanfaatkan kembali nutrien, air dan energi yang terdapat pada air limbah, 
  • dalam pengolahan air limbah, yang diutamakan adalah proses penguraian secara  anaerobik  karena  tidak  memerlukan  penyediaan  oksigen  secara mekanis sehinga akan mengurangi biaya operasional, dan
  • apabila menggunakan proses aerobik untuk penguraian zat organik oksigen yang  disediakan  berasal  dari  proses  fotosintesis  maupun proses  re-aerasialami.

Beberapa metode pengolahan air  limbah yang memenuhi terminologi pengolahan air limbah secara alami yaitu: pengolahan air limbah dengan proses anaerobik,  kolam stabilisasi, rawa buatan dan kolam tumbuhan air.

Pengolahan air limbah secara anaerobik telah dikenal sejak hampir 2000 tahun yang lalu di India dan Cina dalam bentuk tangki penguraian untuk limbah kotoran hewan, proses ini cukup lama diabaikan sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah. Hal ini dikarenakan, proses anaerobik dianggap tidak efisien dan terlalu lambat untuk mengolah air  limbah yang semakin hari semakin bertambah banyak volumenya (Nayono, 2005). 

Semenjak terjadinya krisis energi dunia beberapa dekade lalu, pengolahan air limbah secara anaerobik diusahakan untuk dapat digunakan kembali. Sejak akhir tahun 1960-an, proses  pengolahan  limbah  secara  anaerobik  mulai  diteliti  secara  intensif sehingga sekarang  dapat  dipertimbangkan  sebagai  salah  satu  alternatif  pengolahan limbah selain teknologi dengan proses aerobik yang telah lama dikenal.

Download :


Bookmark and Share

Senin, 20 Oktober 2014

Pertemuan 1 Pencemaran Lingkungan : Kualitas Udara Dalam Ruangan

Kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality) merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian karena akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Menurut National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang dikutip oleh Depkes RI (2005), penyebab timbulnya masalah kualitas udara dalam ruangan pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu kurangnya ventilasi udara (52%), adanya sumber kontaminan didalam ruangan (16%), kontaminan dari luar ruangan (10%), mikroba (5%), bahan material bangunan (4%), lain-lain (13%).

Menurut Hasil pemeriksaan  The National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang dikutip oleh Mukono (2010), menyebutkan ada 5 sumber pencemaran di dalam ruangan yaitu :
  1. Pencemaran dari alat-alat di dalam gedung seperti asap rokok, pestisida, bahan-bahan pembersih ruangan.
  2. Pencemaran di luar gedung meliputi masuknya gas buangan kendaraan bermotor, gas dari cerobong asap atau dapur yang terletak di dekat gedung, dimana semuanya dapat terjadi akibat penempatan lokasi lubang udara yang tidak tepat.
  3. Pencemaran akibat bahan bangunan meliputi pencemaran formaldehid, lem, asbes, fiberglass  dan bahan-bahan lain yang  merupakan komponen pembentuk gedung tersebut.
  4. Pencemaran akibat mikroba dapat berupa bakteri, jamur, protozoa dan produk mikroba lainnya yang dapat ditemukan di saluran udara dan alat pendingin beserta seluruh sistemnya.
  5. Gangguan ventilasi udara berupa kurangnya udara segar yang masuk, serta buruknya distribusi udara dan kurangnya perawatan sistem ventilasi udara.


Download : 

Bookmark and Share

Pertemuan 5 TTG : Teknologi Penurunan Kadar Fe dan Mn

Krisis air bersih di Indonesia diperkirakan akan semakin parah seiring masifnya ketidakseimbangan kebutuhan dengan ketersediaan air bersih. Bahkan saat ini hanya 20% air bersih yang layak minum dan baru 15% masyarakat yang mengakses air dari pengelolaan air. Sisanya memenuhi kebutuhan air sendiri (Suara Pembaruan, 2011). 

Sebagian besar masyarakat menggunakan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih. Berdasarkan observasi di masyarakat, diketahui kualitas fisik air sumur gali banyak yang berwarna kuning kecoklatan dan jika digunakan untuk mencuci pakaian akan meninggalkan noda, hal ini disebabkan kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) yang tinggi  

Besi atau mangan masuk ke dalam air oleh karena reaksi biologis pada kondisi reduksi atau anaerobik (tanpa oksigen). Jika air yang mengandung besi atau mangan dibiarkan terkena udara atau oksigen maka reaksi oksidasi besi atau mangan akan timbul dengan lambat dan membentuk endapan atau gumpalan koloid dari oksida besi atau oksida mangan yang tidak diharapkan. Endapan koloid ini akan menempel atau tertinggal dalam sistem perpipaan, menyebabkan noda pada cucian pakaian, serta dapat menyebabkan masalah pada sistem pipa distribusi disebabkan karena dapat menyokong tumbuhnya mikroorganisme seperti crenothrix dan clonothrix yang dapat menyumbat perpipaan serta dapat menimbulkan warna dan bau yang tidak enak. 

Standar kualitas air minum di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010 menetapkan kadar zat besi di dalam air minum yang diperbolehkan maksimum 0,3 mg/l dan kadar mangan maksimum yang diperbolehkan 0,4 mg/l.

Materi Pertemuan 5 TTG : Teknologi Penurunan Kadar Fe dan Mn


Bookmark and Share

Kamis, 09 Oktober 2014

Materi 3 AMDAL : Jenis dan Tahapan AMDAL

AMDAL berguna bagi beberapa pihak pemangku kepentingan, antara lain : 
1. Bagi pemerintah, AMDAL bermanfaat untuk: 

  • Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemborosan sumberdaya alam secara lebih luas.
  • Menghindari timbulnya konflik dengan masyarakat dan kegiatan lain di sekitarnya. 
  • Menjaga agar pelaksanaanpembangunan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  • Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup. 
  • Bahan bagi rencana pengembangan wilayah dan tata ruang. 
2. Bagi pemrakarsa, AMDALbermanfaat untuk : 


  • Menjamin keberlangsungan usaha dan/atau kegiatan karena adanya proporsi aspek ekonomis, teknis dan lingkungan.
  • Menghemat dalam pemanfaatan sumber daya (modal, bahan baku, energi).
  • Dapat menjadi referensi dalam proses kredit perbankan.
  • Memberikan panduan untuk menjalin interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sehingga terhindar dari konflik sosial yang saling merugikan.
  • Sebagai bukti ketaatan hukum, seperti perijinan. 
3. Bagi masyarakat, AMDAL bermanfaat untuk :


  • Mengetahui sejak dini dampak positif dan negatif akibat adanya suatu kegiatan sehingga dapat menghindari terjadinya dampak negatif dan dapat memperoleh dampak positif dari kegiatan tersebut. 
  • Melaksanakan kontrol terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan pemrakarsa kegiatan, sehingga kepentingankedua belahpihak saling dihormati dandilindungi.
  • Terlibat dalam proses pengambilan keputusan terhadap rencana pembangunan yang mempunyai pengaruh terhadap nasib dan kepentingan mereka.
salam,



Bookmark and Share

Selasa, 07 Oktober 2014

Pertemuan 4 TTG : Penjernihan Air dengan Biji Kelor (Moringa oleifera)

Lebih baik melindungi dan menggunakan sumber air yang aman, seperti mata air atau sumur yang dilindungi daripada harus membersihkan dan menggunakan air dari sumber yang sudah terkontaminasi, seperti sungai atau kubangan.

Tetapi air dari sumber mana pun perlu dibersihkan jika air itu sudah terkontaminasi, atau jika orang menolak meminumnya karena warna atau rasanya, atau jika air itu diangkut atau disimpan di rumah . (Air dari pipa, tangki, dan sumur-sumur juga perlu dibersihkan sebelum diminum, jika sudah terkontaminasi)

Metode yang Anda pilih akan tergantung pada berapa banyak air yang dibutuhkan, jenis kontaminasi yang ditemukan, bagaimana cara menyimpana, dan sumberdaya apa yang Anda miliki . Apa pun caranya, yang terbaik adalah mendiamkan dulu air itu baru dituang ke wadah lainnya, atau menyaringnya dulu sebelum kuman-kuman dibasmi (desinfektan). Cara ini akan membuang endapannya (partikel kotoran) dengan menyingkirkan endapannya maka proses pembasmian kuman jadi lebih mmudah dan lebih efektif.

Metode yang ditunjukkan di sini tidak membuat air aman dari bahan kimia beracun . Air yang mengandung bahan kimia beracun tidak pernah aman untuk minum, mandi, atau mencuci pakaian karena akan menyebabkan kanker, ruam kulit, keguguran, atau gangguan kesehatan lainnya. 

Salah satu metode penjernihan air yang aman dan mudah adalah penggunaan biji kelor sebagai bio-koagulan.

Salam,

Download :


Bookmark and Share

Minggu, 28 September 2014

Pertemuan 3 TTG : Chlorine Diffuser dan Solar Water Disinfection

Penyediaan air minum di membutuhkan perhatian khusus dari kita. Keterbatasan masyarakat dalam menjangkau penyediaan air bersih memerlukan solusi. Air bersih yang berkualitas secara fisik, kimia, dan mikrobiologi merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Langkah pemerintah dalam usaha memberdayakan masyarakat supaya mampu menyediakan air minum salah satunya melalui penerapan teknologi tepat guna, yaitu chlorine diffuser dan metode solar water disinfection (sodis).

Terkait dengan chlorine diffuser, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pemerintah mengadakan sekitar 500 unit chlorine diffuser setiap tahun yang diprioritaskna untuk sumur warga di pinggir sungai, serta sumur di tempat umum seperti masjid, tempat mandi umum, sumur milik warga miskin. Akan tetapi karena keterbatasan anggaran APBD, maka terkadang di beberapa tempat warga secara kolektif melakukan pengadaan pembuatan chlorine diffuser. Keberadaan sarjana kesehatan masyarakat dalam penerapan TTG, khususnya chlorine diffuser perlu dipertimbangkan, karena teknologi ini merupakan bentuk usaha preventif dalam kesehatan.

Penyediaan air minum yang aman secara mikrobiologi dapat diperoleh dengan metode sederhana yang direkomendasikan oleh WHO yaitu solar water disinfection (sodis). Metode ini menggunakan prinsip disinfeksi air menggunakan bantuan thermal dan radiasi ultraviolet sinar matahari.

Download :

Salam,



Bookmark and Share

Senin, 22 September 2014

Pertemuan 2 TTG : Pemberdayaan Masyarakat Dalam Teknologi Tepat Guna

Melalui beberapa fakta yang ada di sekitar kita, ada indikasi bahwa penduduk (masyarakat) Indonesia mengalami penurunan atau bahkan kehilangan daya untuk membangun kreativitas dalam upaya untuk bisa bertahan di masa mendatang. Indikasi terjadinya ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi perubahan dan permasalahan terakumulasi dan menimbulkan frustrasi sosial, terlihat dengan semakin luasnya keresahan sosial (sosial unrest), kerusuhan atau kekerasan (riot), dan  gejala disintegrasi sosial. Fakta bahwa keberadaan penduduk miskin, terbelakang, dan terpencil semakin terpuruk. Masyarakat kehilangan fungsi sosial masyarakat serta kehilangan potensi dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan serta pendidikan 

Teknologi tepat guna merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat. Teknologi tersebut harus berpotensi memenuhi beberapa kriteria antara lain : 
  1. Mampu mengkonversi sumberdaya alam
  2. Berpotensi menyerap tenaga kerja
  3. Mampu memacu industri rumah tangga
  4. Mampu meningkatkan pendapatan masyarakat
Secara nasional, bahwa untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, mempercepat kemajuan desa dan menghadapi persaingan global dipandang perlu melakukan percepatan pembangunan perdesaan melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang yang didukung oleh penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna.


Download : 

Bookmark and Share

Senin, 15 September 2014

Materi Pertemuan 1 MK. Teknologi Tepat Guna (TTG) S1. Kesehatan Masyarakat UNRIYO

Keadaan lingkungan hidup dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Banyak aspek kesejahteraan manusia dipengaruhi oleh lingkungan, dan banyak penyakit dimulai, didukung, ditopang atau dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat antara lain air, udara, tanah. Udara yang segar, air yang bersih, tanah yang subur dan tidak tercemar, menjadi dambaan setiap orang. 

Kondisi lingkungan yang sehat berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan masyarakat yang optimum.Upaya untuk menjaga kesehatan lingkungan perlu disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat Teknologi Tepat Guna Kesehatan Lingkungan mengantisipasi sedini mungkin munculnya berbagai penyakit yang berbasis lingkungan. Pemanfaatan teknologi tepat guna di bidang kesehatan lingkungan adalah salah satu cara untuk menyosialisasikan bagaimana cara menjaga kesehatan lingkungan sehingga dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat. 

Teknologi tepat guna di bidang kesehatan lingkungan antara lain pemanfaatan sampah menjadi kompos, pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas, penyediaan air bersih tanpa pompa (gravitasi), pengolahan limbah cair rumah tangga, pembuatan briket bioarang dari sampah anorganik, pembuatan chlorine difusser untuk mendisinfeksi air, pengendalian vektor (nyamuk, kecoa, dan tikus), teknologi tepat guna pengolahan limbah cair rumah tangga, dan teknologi tepat guna lainnya.Pengenalan teknologi tepat guna di bidang kesehatan lingkungan kepada semua komponen yang ada di masyarakat, tentunya membutuhkan tempat yang cukup untuk memvisualisasikannya sehingga dapat menjadi sumber belajar bagi masyarakat umum, kalangan pelajar, mahasiswa perguruan tinggi, institusi/lembaga yang concern terhadap kesehatan lingkungan. 

Berikut ini adalah materi dalam bentuk power point tentang Konsep, Kriteria, dan Penggunaan Teknologi Tepat Guna khususnya di bidang Kesehatan Masyarakat. Silahkan download pada link di bawah ini : 


Semoga bermanfaat bagi kita untuk menciptkan lingkungan hidup yang semakin sehat. 


Salam sehat,


Bookmark and Share

Jumat, 10 Januari 2014

Hasil Pameran dan Kisi-kisi Soal UAS Mata Kuliah : Teknologi Tepat Guna

Hasil Pameran Teknologi Tepat Guna, kelompok yang paling banyak dipilih pada saat Pameran Alat Teknologi Tepat Guna :
1. Pameran Kelas A8.1 dan A8.2
    Produk : Larvasida Ekstrak Serai untuk Membunuh Jentik Aedes aegypti
2. Pameran Kelas A8.3
    Produk : Water Filter
3. Pameran Kelas A8.4
    Produk : Penjernihan Minyak dengan Pisang Kepok
Bagi Ketua Kelas kelompok di atas silahkan datang ke Kantor pada hari Rabu, 15 Januari 2014.

Selanjutnya bagi kelompok yang berminat melanjutnya hasil Produk Teknologi Tepat Guna ke dalam proposal Kewirausahaan atau Penelitian bisa menghubungi saya pada bulan Februari.


Sebagai bahan masukan untuk Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna berikut adalah :
  1. Soal Ujian terdiri dari : 25 soal pilihanganda dan 5 soal uraian
  2. Waktu ujian : 90 menit
  3. Perhitungan HANYA DIPERBOLEHKAN menggunakan kalkulator, mahasiswa tidak diijinkan menggunakan alat hitung selain kalkulator.
  4. Download Kisi-kisi Soal Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna
Semoga sukses mengikuti ujian akhir semester.
Salam,




Bookmark and Share

Senin, 16 Desember 2013

Materi Kuliah : Teknologi Tepat Guna Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO

Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat pada semester V. Melalui mata kuliah TTG mahasiswa dapat memahami, menciptakan, mempromosikan, dan memasarkan teknologi tepat guna dalam kesehatan, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat. 

Berkaitan dengan hal tersebut makan dalam mata kuliah TTG mahasiswa selain mendapatkan teori melalui proses pembelajaran di dalam kelas, mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan kuliah lapangan dengan berkunjung, mengamati,serta berdiskusi secara langsung dengan pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam praktik teknologi tepat guna di masyarakat. 

Berikut adalah materi kuliah TTG Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO Tahun Ajaran 2013/2014. 
  1. TTG Pengolahan Limbah Rumah Tangga Biofilter Anaerob dan Aerob 
  2. TTG Jamban dan Pengolahan Tinja 
  3. TTG Panen Air Hujan 
  4. TTG Pengendalian Pencemaran Udara 
  5. TTG Pengolahan Limbah Cair Domestik


 salam berbagi ^_^ 

 
Bookmark and Share

Selasa, 03 Desember 2013

Sistem Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga Secara Individual (on site treatment)

Limbah adalah semua benda yang berbentuk padat (solid waste), cair (liquid wastes), maupun gas (gaseous waste), merupakan bahan buangan yang berasal dari aktivitas manusia secara perorangan maupun hasil aktivitas kegiatan lainnya diantaranya industri, rumah sakit, laboratorium, reactor nuklir, dll. 

Menurut Willgooso (1979) air limbah adalah wastewater is water carrying wastes from homes, business, and industries that is mixture of water and dissolved or suspended solids. Menurut EPA (1977) wastewater is water carrying dissolved or suspended solids  from homes, farms, businesses, and industries

Ada beberapa jenis limbah di antaranya : 
  1. Limbah rumah tangga (domestic wastes) Limbah yang berasal dari aktivitas manusia secara perseorangan yaitu berupa hasil kegiatan pencucian pakaian, pencucian sayr, alat makan / minum, limbah kamar mandi, sampah dapur.
  2. Limbah industri (industrial wastes) merupakan limbah hasil kegiatan industri, terdiri dari limbah air panas, proses pencucian bahan mentah, proses pemurnian material, dan limbah produk.
  3. Limbah rumah sakit (hospital wastes). Limbah berbahaya dari rumah sakit, laboratorium, pembalut, bahan kimia/obat-obatn, bakteri penyakit, bahan radioaktif.
  4. Limbah perkotaan (municipal wastewater) hampir sama dengan limbah rumah tangga berupa sampah padat / cair. 
  5. Limbah nuklir (nuclear wastes) berasal dari air pendingin reaktor dan zat radioaktif. 
Sehubungan dengan peningkatan jumlah penduduk diiringi dengan jumlah pemukiman dan keterbatasan fasilitas pengolahan limbah domestik atau limbah rumah tangga menyebabkan permasalahan lingkungan. Khususnya dalam pencemaran air sungai dan air tanah dangkal. Salah satu solusi yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi adalah perkembangan pembangunan sistem pengolahan air limbah rumah tangga / kota secara individual (on site treatment)

Salah satu sistem pengolahan on site treatment adalah pengembangan biofilter an-aerob dan aerob skala Rumah Tangga (kapasitas 3 m3/hari dengan waktu tinggal antara 1-3 hari). Berdasarkan hasil ujicoba model (prototype) diperoleh hasil olahan sudah jernih dan efektif untuk menurunkan nilai BOD, COD, ammonia, pospat, dan detergen. 

Beikut adalah dokumen tentang prototype /model alat pengolah limbah domestik yang dikembangkan oleh BPPT.  Jika Anda membutuhkan untuk pengaplikasian atau pengkajian alat teknmologi tersebut, dokumen bisa Anda download melalui link berikut ini :


Salam,
 
Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...