Tampilkan postingan dengan label MK Pencemaran Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MK Pencemaran Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Kisi-kisi Ujian Tengah Semester TA. 2014/2015

Berikut saya informasikan tentang Kisi-kisi Ujian Tengah Semester TA. 2014/2015. Melalui kisi-kisi tersebut diharapkan mahasiswa mampu mempersiapkan ujian lebih baik dan penuh persiapan.
Selamat belajar dan semoga sukses.

Download :
Kisi-kisi UTS MK. Dasar Kesehatan Lingkungan
Kisi-kisi UTS MK. Teknologi Tepat Guna
Kisi-kisi UTS MK. Pencemaran Lingkungan


Bookmark and Share

Pertemuan 2 & 3 Pencemaran Lingkungan : Pencemaran Udara & Global Warming

Hipocrates (467-366 M), terjadinya penyakit berhubungan dengan perspektif lingkungan, yaitu air, udara, dan tanah.


Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia dan melampaui baku mutu udara yang telah ditetapkan, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukkan. 


Pencemaran udara diawali dari sumber emisi berupa (point source, line source, and area source) polutan udara yang dikeluarkan oleh sumber emisi diterima oleh atmosfer. Sebelum diterima oleh receptor (makhluk hidup / material)  polutan udara tersebut mengalami proses transformasi kimia (bagi polutan udara yang tidak stabil) dan pencampuran (mixing) selanjutnya polutan udara yang mengalami proses fotokimia/mixing tersebut mengalami dispersi dan diterima oleh receptor. Penilaian kualitas udara mencemari atau tidak secara kuantitatif berdasarkan standar Baku Mutu Kualitas Udara.

Salah satu polutan hasil fotokimia adalah CO / karbonmonoksida. Keberadaan CO akan mengakibatkan berbagai masalah bagi kesehatan manusia atau dampak yang lebih luas yaitu global warming.

Global warming atau pemanasan global akan mengakibatkan berbagai perubahan yang berhubungan dengan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Download :


Bookmark and Share

Pertemuan 6 TTG : Pengolahan Limbah Aerobik dan Anaerobik

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan air limbah adalah pemilihan  teknologi  pengolahan  air  limbah  yang  tepat. 

Banyak  contoh  sistem pengelolaan  air  limbah  yang  gagal  karena  pemilihan  teknologi yang  keliru.  Sebagian besar dari sistem yang gagal tersebut disebabkan karena pengelola mengalami kesulitan dalam pembiayaan operasional maupun pemeliharaan teknologi pengolahan air limbah yang dipilih. Pemilihan teknologi pengolahan air  limbah sebaiknya mengunakan anggapan bahwa air limbah adalah sumber daya, bukan sesuatu yang harus dibuang. 

Air  limbah harus dipandang sebagai sumber daya karena didalamnya terdapat 4 komponen, yaitu: air + energi + nutrien + peluang kerja. Air, yang merupakan komponen utama dari air limbah, bila telah diolah dan memenuhi standar akan dapat dipergunakan untuk irigasi ataupun usaha perikanan. Zat organik, yang merupakan polutan dalam air limbah, bila pengolahannya tepat akan dapat diubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Nutrien yang terdapat dalam air limbah juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pertanian. Sedangkan. Apabila tepat pemilihan teknologinya, pengelolaan air limbah akan memberikan peluang kerja yang tidak sedikit.

Secara umum,  terminologi  pengolahan  air  limbah  secara  alami  (natural  system)  yang akan  dibahas dalam makalah ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • sistem  pengolahan  limbah  secara  alami  bertujuan  untuk  memanfaatkan kembali nutrien, air dan energi yang terdapat pada air limbah, 
  • dalam pengolahan air limbah, yang diutamakan adalah proses penguraian secara  anaerobik  karena  tidak  memerlukan  penyediaan  oksigen  secara mekanis sehinga akan mengurangi biaya operasional, dan
  • apabila menggunakan proses aerobik untuk penguraian zat organik oksigen yang  disediakan  berasal  dari  proses  fotosintesis  maupun proses  re-aerasialami.

Beberapa metode pengolahan air  limbah yang memenuhi terminologi pengolahan air limbah secara alami yaitu: pengolahan air limbah dengan proses anaerobik,  kolam stabilisasi, rawa buatan dan kolam tumbuhan air.

Pengolahan air limbah secara anaerobik telah dikenal sejak hampir 2000 tahun yang lalu di India dan Cina dalam bentuk tangki penguraian untuk limbah kotoran hewan, proses ini cukup lama diabaikan sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah. Hal ini dikarenakan, proses anaerobik dianggap tidak efisien dan terlalu lambat untuk mengolah air  limbah yang semakin hari semakin bertambah banyak volumenya (Nayono, 2005). 

Semenjak terjadinya krisis energi dunia beberapa dekade lalu, pengolahan air limbah secara anaerobik diusahakan untuk dapat digunakan kembali. Sejak akhir tahun 1960-an, proses  pengolahan  limbah  secara  anaerobik  mulai  diteliti  secara  intensif sehingga sekarang  dapat  dipertimbangkan  sebagai  salah  satu  alternatif  pengolahan limbah selain teknologi dengan proses aerobik yang telah lama dikenal.

Download :


Bookmark and Share

Senin, 20 Oktober 2014

Pertemuan 1 Pencemaran Lingkungan : Kualitas Udara Dalam Ruangan

Kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality) merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian karena akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Menurut National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang dikutip oleh Depkes RI (2005), penyebab timbulnya masalah kualitas udara dalam ruangan pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu kurangnya ventilasi udara (52%), adanya sumber kontaminan didalam ruangan (16%), kontaminan dari luar ruangan (10%), mikroba (5%), bahan material bangunan (4%), lain-lain (13%).

Menurut Hasil pemeriksaan  The National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang dikutip oleh Mukono (2010), menyebutkan ada 5 sumber pencemaran di dalam ruangan yaitu :
  1. Pencemaran dari alat-alat di dalam gedung seperti asap rokok, pestisida, bahan-bahan pembersih ruangan.
  2. Pencemaran di luar gedung meliputi masuknya gas buangan kendaraan bermotor, gas dari cerobong asap atau dapur yang terletak di dekat gedung, dimana semuanya dapat terjadi akibat penempatan lokasi lubang udara yang tidak tepat.
  3. Pencemaran akibat bahan bangunan meliputi pencemaran formaldehid, lem, asbes, fiberglass  dan bahan-bahan lain yang  merupakan komponen pembentuk gedung tersebut.
  4. Pencemaran akibat mikroba dapat berupa bakteri, jamur, protozoa dan produk mikroba lainnya yang dapat ditemukan di saluran udara dan alat pendingin beserta seluruh sistemnya.
  5. Gangguan ventilasi udara berupa kurangnya udara segar yang masuk, serta buruknya distribusi udara dan kurangnya perawatan sistem ventilasi udara.


Download : 

Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...