Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

Mata Kuliah : Pengendalian Vektor dan Rodent (kelas minat Epidemiologi)

Pada mata kuliah Pengendalian Vektor diharapkan mahasiswa kesehatan masyarakat mampu melaksanakan konsep pengendalian vektor serta mencapai standar kompetensi utama sarjana kesehatan masyarakat, yaitu : 

Kompetensi 1 yaitu mampu melakukan kajian dan analisis situasi (analytic/assessement
Kompetensi 6 yaitu memiliki penguasaan ilmu kesehatan masyarakat (public health science skills) 

Tujuan khusus mata kuliah ini adalah :
  1. Memahami pengertian pengendalian vector dan pengelolaan vector terpadu.
  2. Menjelaskan macam-macam pengendalia vektor.
  3. Memahami tentang pengendalian vektor nyamuk.
  4. Memahami tentang pengendalian vektor lalat dan kecoa.
  5. Memahami tentang pengertian, jenis, dan cara kerja insektisida.
  6. Memahami tentang perbedaan rodentia dan insectivora.
  7. Menjelaskan pengendalian tikus.
  8. Memahami tentang pengendalian hayati untuk vektor dan rodent.
  9. Mampu menjelaskan dan melaksanakan tahapan survey vektor dan rodent.
  10. Mampu menjelaskan dan melaksanakan prosedur peracikan rodentisida
  11. Mampu menjelaskan dan melaksanakan prosedur untuk formulasi pestisida.
  12. Mampu menjelaskan dan menggunakan alat aplikator pengendali vektor dan rodent 
Pengendalian vektor diatur dalam regulasi Peraturan Menteri Kesehatan 374 Tahun 2010 tentang Pengendalian Vektor. Pengendalian vektor adalah semua kegiatan atau tindakan yang ditujukan untuk menurunkan populasi vektor serendah mungkin sehingga keberadaannya tidak lagi berisiko untuk terjadinya penularan penyakit tular vektor di suatu wilayah atau menghindari kontak masyarakat dengan vektor sehingga penularan penyakit tular vektor dapat dicegah.

Program pengendalian vektor dapat berlangsung dengan maksimal dengan melakukan integrasi lintas sektoral. Peningkatan pengetahuan tentang vektor dapat dilakukan secara dini, misal pengetahuan tentang vektor nyamuk, kutu, dll dalam mata pelajaran tingkat sekolah dasar disertai dengan dampak apabila vektor di lingkungan tidak bisa dikendalikan. Pembentukan pemantau jentik cilik tingkat sekolah dasar sebagai salah satu keluaran dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.


Bookmark and Share

Jumat, 09 Desember 2016

Tugas MK. Teknologi Tepat Guna 2016 : Video Alat Teknologi Tepat Guna

Di akhir perkuliahan Teknologi Tepat Guna Program Studi Kesehatan Masyarakat Respati Yogyakarta, mahasiswa mendapatkan tugas untuk menunjukkan karya teknologi tepat guna mereka berhubungan dengan penyelesaian masalah kesehatan masyarakat di dunia maya. 
Ya, melalui dunia maya diharapkan akan banyak yang mendapatkan informasi tentang alat tersebut serta menunjukkan kepada masyarakat tentang kemampuan dari para calon sarjana kesehatan masyarakat dari UNRIYO.
Melalui informasi yang telah mereka berikan kepada saya dosen pengampu melalui Whatapps, terkumpul 20 video dari teman-teman mahasiswa. Bermacam-macam alat yang telah mereka buat, paling banyak tentang penyaringan air, kemungkinan mereka membuat alat tersebut karena alat dan bahan yang mudah diperoleh.
Berikut adalah link dari mahasiswa peserta MK. TTG :
  1. https://youtu.be/kfyKi2VbXyE Briket Daun Pisang dan Kompor Sederhana oleh Sayyid Jafar, dkk ** (recommended)
  2. https://youtu.be/0PaGk5ouWxc Penyaring Air Kotor oleh Asni, dkk ** (recommended)
  3. https://youtu.be/JfagTl-tTks Pengolahan Barang Bekas oleh Elyis, dkk 
  4. https://youtu.be/UAoi48Rrdsw Penyaring Air Sederhana oleh Rudiath, dkk 
  5. https://youtu.be/NN0FmUR_8RE Kulkas Ramah Lingkungan oleh Intan, dkk 
  6. https://youtu.be/8hbw4h_KKRg Penyaringan Air Sederhana oleh Joko, dkk 
  7. https://youtu.be/9Dnj4uzYP5E AC Sederhana oleh Siyfaul Jannah, dkk 
  8. https://youtu.be/8bHbzz8kZcE Perangkap Nyamuk Sederhana oleh Anisatun, dkk 
  9. https://www.youtube.com/watch?v=mlw2XiOmMB4 Taman Vertikal dari Botol Bekas dan Sampah Organik oleh Hariyana, dkk 
  10. https://youtu.be/dx_dzDUcwgA Filtrasi Tabung Air Sumur oleh Yanka. dkk 
  11. https://www.youtube.com/watch?v=lnIq4oQsaw4 Alat Bantu Pernafasan Sederhana oleh Jaini, dkk 
  12. https://m.youtube.com/watch?v=lVlI-NY9Ijo Pengusir Nyamuk oleh Dwi Krizia dkk 
  13. https://youtu.be/UH5oq786kC0 Penjernihan Air oleh Lauri, dkk 
  14. http://youtu.be/NJBNvTPY2dg Komkabe 
  15. https://youtu.be/0e5-rMOlMlo Penyaring Air oleh Setya Rahmah 
  16. https://youtu.be/VpxnHJGQSFU Brownies Pare oleh Santi, dkk 
  17. https://youtu.be/8ml39XMo6bU Saringan Kran dari Botol Bekas oleh Stevin, dkk
  18. http://youtu.be/0rHQRoYNujo Pompa Air Manual Tanpa Listrik oleh Marwah, dkk
  19. https://youtu.be/5wM4H6oS3no Alat Penyaring Udara oleh Alinaro, dkk ** (recommended)
  20. https://youtu.be/4VUKUYVhqtY Wastafel Injection oleh Anas Asrdiansyah, dkk ** (recommended)

Dari duapuluh video yang telah dibuat oleh mahasiswa ada beberapa video yang saya anggap lebih baik daripada video yang lainnya, saya berikan tanda **. Hal tersebut, bukan berarti video yang lain tidak mendapatkan apresiasi. Saya memberikan apresiasi untuk semua video yang telah mahasiswa ciptakan, atas usaha mereka. Meskipun ada beberapa kelemahan, misal alur cerita, pengambilan gambar, audio, dll. 

Sebagai bentuk apresiasi, saya harap kalian bisa melihat video singkat tsb (durasi kurang lebih 5 menit) dan memberikan apresiasi kepada mereka, serta kritik untuk masukan menjadi lebih baik lagi.

Terima kasih untuk peran serta mahasiswa TTG 2016/2017 kelas A11 dan A12.
Kalian keren !

Salam sehat,
-Ibu Deta-


Bookmark and Share

Minggu, 04 Desember 2016

Materi Teknologi Tepat Guna : Anaerobic Baffle Reactor

Pada materi teknologi tepat guna ini, saya akan membagikan hasil penelitian saya dan mahasiswa tentang instalasi biogas untuk pengolahan limbah cair industri tahu di Gunung Saren, Trimurti, Bantul. Instalasi biogas ini memiliki desain Anaerobic Baffle Reactor (ABR), instalasi ini masih dipergunakan sampai sekarang. Melalui hasil penelitian ini, kita akan mengetahui tentang cara kerja, beban, serta efektivitas ABR. Silahkan download artikel penelitian di bawah ini dan selanjutnya akan kita diskusikan bersama di kelas kuliah Teknologi Tepat Guna, Prodi Kesehatan Masyarakat, UNRIYO
Download  

Bookmark and Share

Sabtu, 23 Januari 2016

MK. Dasar Kesehatan Lingkungan : Rumah Sehat, Epidemiologi Lingkungan, Kisi-kisi UAS Dasar Kesling 2015

Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi, Soedjajadi Keman, Kesehatan Perumahan bangunan, kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan peme - liharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya, serta mencakup unsur apakah rumah tersebut memiliki penyediaan air minum dan sarana yang memadai untuk memasak, mencuci, menyimpan makanan, serta pembuangan kotoran manusia maupun limbah lainnya (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001). 

Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : 
  1. Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah, penerangan yang memadai, ventilasi yang nyaman, dan kebisingan 45-55 dB.A.;
  2. Memenuhi kebutuhan kejiwaan;
  3. Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular yaitu memiliki penyediaan air bersih, sarana pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah yang saniter dan memenuhi syarat kesehatan; serta
  4. Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan bahaya kebakaran, seperti fondasi rumah yang kokoh, tangga yang tidak curam, bahaya kebakaran karena arus pendek listrik, keracunan, bahkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas (Sanropie, 1992; Azwar, 1996). 
Komponen yang harus dimiliki rumah sehat (Ditjen Cipta Karya, 1997) adalah :
  1. Fondasi yang kuat untuk mene ruskan beban bangunan ke tanah dasar, memberi kestabilan bangunan, dan merupakan konstruksi penghubung antara bagunan dengan tanah;
  2. Lantai kedap air dan tidak lembab, tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan, bahan kedap air, unt uk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu;
  3. Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai;
  4. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap, menahan angin dan air hujan, melindungi dari panas dan debu dari luar, serta menjaga kerahasiaan ( privacy) penghuninya;
  5. Langit-langit untuk menahan dan menyerap panas terik matahari, minimum 2,4 m dari lantai, bisa dari bahan papan, anyaman bambu, tripleks atau gipsum; serta
  6. Atap rumah yang berfungsi sebagai penahan panas sinar matahari serta melindungi masuknya debu, angin dan air hujan.


Sumber Pustaka : Soedjajadi Keman. Artikel Ilmiah : Kesehatan Perumaha dan Lingkungan Pemukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 2, No. 1, 30Juli 2005 : 29 -42

Download Materi


Bookmark and Share

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Biomonitoring & Kisi-kisi UAS 2015

Evaluasi dampak kegiatan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan teknik biomonitoring. Metode ini dilakukan berdasarkan perubahan respon makhluk hidup diakibatkan karena perubahan lingkungan. Sebagai contoh : kupu-kupu semakin berkurang jumlah dan spesiesnya karena lingkungan udara yang semakin menurun kualitasnya, misalnya di perkotaan. Metode biomonitoring dianggap efektif dan efisien dalam mengukur keberhasilan pengelolaan lingkungan. 


Download : 


Bookmark and Share

Minggu, 03 Januari 2016

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Survei Vektor

penggunaan cidukan pada survei vektor
Meskipun sudah sejak lima puluhan dilakukan pemberantasan malaria, tetapi malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat hingga sekarang, letupan atau wabah malaria sering terjadi di beberapa daerah tertentu. Wabah malaria yang akhir-akhir ini sempat menjadi pembicaraan tingkat nasional. Untuk penanggulangan wabah tersebut oleh program pemberantasan malaria yang dibantu oleh tim kesehatan dan pihak institusi telah dilakukan penemuan dan pengobatan penderita serta penyemprotan dengan insektisida.

Akan tetapi karena upaya tersebut belum didasari data vektor yang benar, maka upaya yang dilakukan belum menyelesaikan masalah. Penyemprotan insektisida tidak dapat menghentikan penularan, sedang pengobatan tidak dapat mengejar penularan. Setelah didasari data vektor yang benar, kemudian dilakukan penyemprotan dengan fenitrothi/sumithion penularan dapat dihentikan. Kemudian dengan pengobatan, jumlah penderita dapat diturunkan dengan drastis.

Download :
MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Survei Vektor

Bookmark and Share

Jumat, 04 Desember 2015

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Sanitasi Tempat-Tempat Umum

Sanitasi tempat-tempat umum merupakan usaha untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung di tempat-tempat umum terutama yang erat hubungannya dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit, sehingga kerugian yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut dapat dicegah. 

Sanitasi tempat-tempat umum, merupakan problem kesehatan masyarakat yang cukup mendesak. Karena tempat umum merupakan tempat bertemunya segala macam masyarakat dengan segala penyakit yang dipunyai oleh masyarakat. Oleh sebab itu tempat umum merupakan tempat menyebarnya segala penyakit terutama penyakit yang medianya makanan, minuman, udara dan air. 
Dengan demikian sanitasi tempat-tempat umum harus memenuhi persyaratan kesehatan dalam arti melindungi, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Tempat-tempat umum harus mempunyai kriteria sebagai berikut : 
  1. Diperuntukkan bagi masyarakat umum, artinya masyarakat umum boleh keluar masuk ruangan tempat umum dengan membayar atau tanpa membayar.
  2. Harus ada gedung/ tempat peranan, artinya harus ada tempat tertentu dimana masyarakat melakukan aktivitas tertentu.
  3. Harus ada aktivitas, artinya pengelolaan dan aktivitas dari pengunjung tempat-tempat umum tersebut.
  4. Harus ada fasilitas, artinya tempat-tempat umum tersebut harus sesuai dengan ramainya, harus mempunyai fasilitas tertentu yang mutlak diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tempat-tempat umum
Download :

Bookmark and Share

Sabtu, 19 September 2015

Format Proposal Rancangan Alat Teknologi Tepat Guna



  • Penyusunan proposal rancangan alat Teknologi Tepat Guna 2015 menyesuaikan dengan format proposal. 
  • Pengumpulan proposal paling lambat 13 Oktober 2015 jam 16.00.
  • Selanjutnya mahasiswa mempersiapkan alat sesuai dengan proposal untuk dipamerkan pada Pameran Gelar Produk TTG yang direncanakan pada Minggu Pertama bulan Januari (tempat dan waktu menyusul)


Download : Format Proposal Rancangan Alat TTG

Bookmark and Share

Jumat, 26 Juni 2015

Materi Dasar Keling 2015. Epidemiologi Lingkungan, Materi PSPV : Pengomposan dan Pengolahan Plastik & Kisi-kisi UAS 2015

Dear teman mahasiswa, 

Berikut saya upload materi pertemuan terakhir untuk Mata Kuliah Dasar Keling 2015 dan Kisi-kisi UAS 2015. 
Kisi-kisi UAS yang saya kirimkan hanya dari soal saya, selanjutnya untuk soal dari tim dosen yang lain diharaapkan menghubungi dosen ybs. 

Terima kasih untuk perhatian dan kerjasama selama perkuliahan Dasar Kesehatan Lingkungan. 

Semoga kalian diberikan rahmat kesehatan dan kejujuran dalam menjalani UAS. Salam Sukses, 

Download : 

  1. Materi Kesehatan Lingkungan 2015. Epidemiologi Lingkungan 
  2. Materi PSPV 2015. Pengomposan
  3. Materi PSPV 2015. Pengolahan Plastik
  4. Kisi-kisi UAS Dasar Kesehatan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Pengendalian Vektor

Bookmark and Share

Kamis, 04 Juni 2015

Materi MK. Dasar Kesehatan Lingkungan "Pencemaran Lingkungan" & "HACCP"

Bagi mahasiswa peserta MK. Dasar Kesehatan Lingkungan 2015 pada post kali ini Anda bisa menunduh dua buah file presentasi perkuliahan, sbb :

1. Download : Materi Pencemaran Lingkungan
Pada materi tersebut terdapat beberapa hal yang terkait dengan pencemaran lingkungan, misal pengertian baku mutu dan fungsinya, serta pengertian monitoring lingkungan serta cara pemantauan. Pada file tersebut saya juga memaparkan cara pemantauan proyek kecil penugasan pemantauan lingkungan, serta Format Laporan Pemantauan Lingkungan.

2. Download : Materi HACCP
Upaya pencegahan penyakit bawaan makanan atau foodborne disease dapat dicegah dengan menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point. Pada materi tersebut saya paparkan tujuh prinsip HACCP dan salah satu contoh sederhana kajian HACCP. Sebagai pelengkap materi Anda dapat membaca salah satu buku Pengantar HACCP berjudul "HACCP Sekilas Pandang" oleh Sara Mortimore & Carol Wallace (Penerbit Buku Kedokteran / EGC)

Salam sehat dan semangat,


Bookmark and Share

Lembar Observasi Kunjungan Lapangaan Institusi MK. Pengelolaan Sampah & Pengendalian Vektor 2015

Para mahasiswa peserta mata kuliah PSPV 2015, berikut adalaah Lembar Observasi yang wajib dilengkapi perorangan. Lembar observasi ini dapat Anda lengkapi melalui proses pengamatan, wawancara, dan atau dokumentasi secara langsung, selain ini sumber sekunder yang valid juga diperbolehkan untuk melengkapi lembar observasi tersebut. Lembar observasi institusi ini dipergunakan pada saat Anda kunjungan ke Institusi Peengendalian Vektor yaitu B2P2PV Salatiga dan Balai Vektor Banjarnegara. 

Dealine : Pengumpulan Laporan untuk Kunjungan Lapangan Sanitasi Limbah dan PSPV adalah tanggal 19 Juni 2015. 

Download :Lembar Observasi PSPV Kunjungan Institusi
Bookmark and Share

Rabu, 13 Mei 2015

Format Laporan , Lembar Observasi TPS. Kota Yogyakarta, TPA. Piyungan, IPAL Sewon, IPAL RS Sardjito

Sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa maka Prodi S1-Kesehatan Masyarakat UNRIYO menambahkan kunjungan lapangan pada beberapa mata kuliah, diantaranya adalah mata kuliah Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor dan mata kuliah Sanitasi Limbah.

Pada kedua mata kuliah mata kuliah tersebut ada beberapa lokasi kunjungan lapangan bagi mahasiswa, misal untuk Pengelolaan Sampah mahasiswa akan melakukan ke TPS Kota Yogyakarta untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan sampah dari sumber sampah ke TPS.

Sebagai tugas kunjungan lapangan mata kuliah tersebut maka mahasiswa diharapkan mengumpulkan lembar observasi dan laporan.

Lembar observasi dilakukan secara individual dan laporan dikerjakan secara kelompok (max. 3 mahasiswa / kelompok)
Pengumpulan laporan dan lembar observasi paling lambat Jumat, 5 Juni 2015

Kriteria tentang penulisan, sampul, dan format dapat anda download melalui link di bawah ini.


Download : 

  1. Format Laporan Kunjungan Lapangan MK. Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor & Lembar Observasi (TPS. Kota Yogyakarta dan TPA. Piyungan) 
  2. Format Laporan Kunjungan Lapangan MK. Sanitasi Limbah & Lembar Observasi (IPAL Sewon Bantul dan IPAL RS. Sardjito)

Bookmark and Share

Materi MK. PSPV : Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Sampah

Pengelolaan sampah terencana dan terpadu sangat dibutuhkan dalam masyarakat, bahkan dalam lingkup masyarakat paling kecil sekalipun.
Perencanaan pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih baik apabila kita mengetahui tentang timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah yang dihasilkan di sumber sampah. Selanjutnya, sumber sampah tergantung dari beberapa faktor, misal : tingkat ekonomi, letak geografis, dll.
Sebagai gambaran masyarakat daerah pedesaan yang didominasi oleh pekerjaan yang seragam yaitu sebagai petani memiliki timbula, komposisi, dan karakteristik yang berbeda dengan masyarakat perkotaan dengan pekerjaan kantor dan industri.

Download Materi :

Pengertian Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Sampah
Bookmark and Share

Selasa, 21 April 2015

Kisi-Kisi Mid Semester PSPV dan Sanitasi Limbah



Kisi-kisi Ujian Tengah Semester untuk Mata Kuliah Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor & Mata Kuliah Sanitasi Limbah dapat didownload pada file di bawah ini. 

  1. MK. Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor soal akan disusun oleh Sukismanto, SKM, MPH dan E. Deta Lustiyati, S.Pd.Si, M.Si, pada file kisi-kisi saya memberikan khusus untuk soal yang saya susun (terdiri dari 10 soal pilihan ganda)
  2. MK. Sanitasi Limbah disusun oleh saya,  terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian. 

selanjutnya untuk materi MK. Pengelolaan Sampah Pengendalian Vektor dan MK. Sanitasi Limbah bisa didownload pada posting blog saya sebelumnya.
Terima kasih untuk perhatian dan kerjasamanya.
Selamat menjalani Ujian Tengah Semester. Jaga kesehatan dan Semoga Sukses.

Download : Kisi-kisi Mid Semester PSPV dan Sanitasi Limbah

Bookmark and Share

Kamis, 02 April 2015

MK.Sanitasi Limbah - Limbah dan Pencemaran

Keberadaan limbah erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan. Berdasarkan asalnya limbah dibagi menjadi dua yaitu antropogenik dan biogenik. Limbah antropogenik adalah limbah yang berasal dari kegiatan manusia, misalnya : limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, limbah pariwisata. Limbah biogenik adalah limbah yang berasal alam, misalnya : kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, tsunami.
Berdasarkan wujudnya limbah dibedakan menjadi tiga yaitu limbah padat, limbah cair, limbah gas. Limbah akan berakibat pada pencemaran lingkungan udara, air, dan tanah

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejadian terkini, maka mahasiswa mendapatkan tugas berupa Ulasan Video Pencemaran dan Ulasan Jurnal Penelitian.
Proses pembahasan video pencemaran dan jurnal penelitian dilakukan dengan proses diskusi, untuk penilaian pemahaman, keaktifan, kemampuan menganalisa, dan kemampuan berkomunikasi.  


Bookmark and Share

MK.Sanitasi Limbah : (Dasar Hukum Pengelolaan Limbah)

Dalam upaya preventif dan promotif maka pemerintah Indonesia memberikan kebijakan berupa Pengembangan Peraturan dengan strategi, sebagai berikut : 

  1. Penyusunan peraturan perundangan
  2. Penyebarluasan/sosialisasi peraturan perundangan
  3. Fasilitasi penyusunan peraturan kepada Pemerintah Daerah

Peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah terkait dengan Pengelolaan Limbah dalam hal ini limbah cair domestik dan sampah, yaitu :

  1. Undang-undang
  • UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
  • UU No.7/2004 Tentang Sumber Daya Air
  • UU No. 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

     2.  Peraturan Pemerintah

  • Peraturan Pemerintah 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  • Peraturan Pemerintah 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
  • Peraturan Pemerintah 16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum  
    3. Keputusan Menteri
        Terkait dengan pengelolaan limbah ada beberapa Kementrian yang turut terlibat, yaitu         Kementrian Kesehatan, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Pekerjaan Umum

Download :

Senin, 16 Maret 2015

MMK. Sanitasi Limbah (Limbah & Karakteristiknya)

Limbah merupakan sisa / buangan aktivitas manusia dalam bentuk padat, cair, dan gas. Dampak limbah bagi kesehatan masyarakat bisa secara langsung dan tidak langsung. Bahaya secara langsung dapat terjadi apabila terjadi kontak langsung antara manusia dengan pencemar / limbah melalui mulut, udara, atau kulit. Sedangkan dampak secara tidak langsung dapat dialami oleh masyarakat apabila terjadi akumulasi bahan pencemar dalam limbah ke dalam makanan, air, bahkan udara. 

Oleh karena, limbah hasil kegiatan manusia harus diolah terlebih dahulu agar tidak menimbulkan efek negative bagi lingkungan dan masyarakat. Peningkatan ekonomi dan penduduk secara tidak langsung memicu peningkatan limbah dalam lingkungan air, udara, maupun tanah. Masalah terkait dengan limbah tersebut telah banyak dibahas berbagai jurnal penelitian.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dianggap penting bagi kita para akademisi untuk lebih mendalami jurnal penelitian sebagai salah satu media pembelajaran yang memiliki isu terkini. Oleh karena itu dalam pertemuan III dalam Mata Kuliah Sanitasi Limbah 2015, saya memberikan tugas kepada para mahasiswa untuk mendiskusikan Bahasan : Jenis Limbah dan Hubungan Limbah dengan Pencemaran melalui media jurnal. Tahapan dalam penugasan ini, sebagai berikut : 
  1. Membagi kelompok mahasiswa dalam 3-4 orang per kelompok
  2. Pada mahasiswa melakukan konsultasi jurnal kepada Dosen Mata Kuliah paling lambat sehari sebelum perkuliahan. Tahapan ini bertujuan supaya tidak ada kesamaan jurnal antara kelompok satu dengan yang lain, dan mahasiswa mampu memilih jurnal yang baik.
  3. Melalui jurnal tersebut mahasiswa membahas tentang topik (1) Jenis dan Karakteristik Limbah, (2) Hubungan Limbah dengan Pencemaran Lingkungan
Download :


Bookmark and Share

Rabu, 11 Maret 2015

MK. Sanitasi Limbah (Pengantar Sanitasi Limbah)

Keadaan sanitasi di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Data WHO, akhir tahun 2014 dikutip dari Kementrian Koordinator Kesehjateraan Rakyat, negara Indonesia berada pada peringkat III (ketiga) di dunia. Dalam hal ini, peran tenaga Kesehatan Masyarakat sangat dibutuhkan. 

Sanitasi dalam hal ini mencakup menjaga higienitas pembuangan limbah cair domestic dan pengelolaan sampah. Berkaitan dengan isu tersebut, maka dalam kuliah pengantar Sanitasi Limbah kali ini, saya sebagai dosen pengampu mengharapkan mahasiswa peserta Mata Kuliah Sanitasi Limbah mengetahui tentang keadaan sanitasi limbah di daerah tempat tinggal mereka, salah satunya dengan menyusun makalah yang berisi tentang fakta dan pendapat mereka tentang upaya sanitasi limbah di daerah mereka.

Deskripsi tugas Mata Kuliah Sanitasi Limbah Pertemuan I :
Bab I. Keadaan sanitasi (data dan artikel) Mahasiswa menjelaskan tentang sanitasi limbah di daerah mereka masing-masing dengan ruang lingkup sanitasi, sebagai berikut : 
  • Pengelolaan limbah cair domestic
  • Pengelolaan sampah
  • Drainease lingkungan
  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Sebagai contoh kasus Mahasiswa A akan membahas tentang pengelolaan limbah domestik di Kab. Pemalang. Maka Bab I berisi tentang : 
  1. Berapa persenkah daerah / jumlah penduduk yang telah membangun sarana pengelolaan limbah ? Bagaiman jenis pengolahan limbah yang dilakukan ? dll
  2. Mahasiswa melampirkan data / artikel kliping tersebut di halaman lampiran. 
Bab II. Program pemerintah daerah Mahasiswa menjelaskan tentang program pemerintah terkait dengan penanganan limbah di daerah tempat tinggal masing-masing. Contoh : 
  1. Fakta berupa data / artikel kliping koran yang berisi tentang pengelolaan limbah domestic yang telah dilakukan di Kab. Pemalang ? Apakah ada pembangunan saluran limbah? Kapan dilakukan? Area pengolahan mana saja? Berapa panjang saluran tsb?dll
  2. Mahasiswa melampirkan data / artikel kliping tersebut di halaman lampiran. 
Bab III. Sanitasi berbasis masyarakat (Anda sarankan)
  1. Apakah pengertian sanitasi berbasis masyarakat ?
  2. Contoh jenis-jenis program sanitasi berbasis masyarakat ?
  3. Pilihlah salah satu jenis program sanitasi berbasis masyarakat yang menurut Anda tepat bagi daerah Anda ? jelaskan alasan Anda.
Bagi mahasiswa yang membutuhkan download Materi Kuliah Sanitasi Limbah pada pertemuan tgl 4 Maret 2015 . Berikut adalah link download :





Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...