Tampilkan postingan dengan label MK Dasar Kesehatan Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MK Dasar Kesehatan Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Kunjungan Lapangan MK. Dasar Kesehatan Lingkungan A13

Sehubungan dengan pelaksanaan kunjungan lapangan untuk mata kuliah Dasar Kesehatan Lingkungan maka mahasiswa wajib mengumpulkan lembar observasi kunjungan lapangan, dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Silahkan download lembar observasi pada link posting di bawah ini dan dicetak
  2. Silahkan mengisi lembar observasi dengan tulisan tangan jelas dan rapi
  3. Lembar Observasi kelas A13.3 dan A13.4 dikumpulkan pada hari Rabu, 19 April 2017 (diletakkan di meja akademik FIKES Kampus 1)
  4. Lembar Observasi kelas A13.1 dan A13.2 dikumpulkan pada hari Rabu, 26 April 2017 (diletakkan di meja akademik FIKES Kampus 1)
  5. Lembar Observasi dilengkapi dengan foto kunjungan lapangan yang sesuai
Link lembar observasi :


Bookmark and Share

Kamis, 26 Mei 2016

Materi MK. Dasar Kesehatan Lingkungan A12 - Karakteristik Sampah

Permasalahan sampah di Indonesia menjadi masalah yang penting dalam kesehatan masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk akan menambah timbulan sampah di lingkungan. Akan tetapi, hal tersebut tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lahan Tempat Pembuangan Akhir. Sehingga, penurunan derajat kesehatan masyarakat pun terjadi. Penyebaran penyakit menular akibat higiene sanitasi lingkungan, penurunan kualitas lingkungan tanah, air, atau udara. Pada perkuliahan Dasar Kesehatan Lingkungan ini terkait dengan "sampah", mahasiswa akan mempelaari tentang definisi sampah dari kebijakan nasional dan internasional, karakteristik sampah, dan timbulan sampaah.

Download.

Bookmark and Share

Senin, 16 Mei 2016

Lembar Observasi Kunjungan Lapangan Dasar Kesehatan Lingkungan; Sanitasi Limbah; PSPV

Bagi mahasiswa peserta kuliah kunjungan lapangan untuk mata kuliah Dasar Kesehatan Lingkungan (A12), Sanitasi Limbah, dan Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor wajib mengumpulkan hasil pengisian lembar observasi kunjungan lapangan.

Jadwal pengumpulan lembar observasi kunjungan lapangan, sbb :

  1. Kelas A12.1 dan A12.3 = Kamis, 19 Mei 2016 (dikumpulkan di akademik FIKES Kampus 1) untuk hasil kunjungan lapangan PDAM Kota Yogyakarta dan IPAL Sewon.
  2. Kelas A12.1 dan A12.3 = Rabu, 25 Mei 2016  (dikumpulkan di akademik FIKES Kampus 1) untuk hasil kunjungan lapangan Dinas Kebersihan Kota Yogyakarta dan TPA Piyungan
  3. Kelas A12.2 = Rabu, 1 Juni 2016  (dikumpulkan di akademik FIKES Kampus 1)  untuk hasil kunjungan lapangan PDAM Kota Klaten dan IPAL Sewon
  4. Kelas Sanitasi Limbah = Rabu, 1 Juni 2016  (dikumpulkan di akademik FIKES Kampus 2)  untuk hasil kunjungan lapangan PDAM Kota Klaten dan IPAL Sewon
  5. Kelas PSPV = Kamis, 2 Juni 2016 (dikumpulkan di akademik FIKES Kampus 2)  untuk hasil kunjungan lapangan Dinas Kebersihan Kota Yogyakarta dan TPA Piyungan
  6. Kelas A12.2 = Kamis, 2 Juni 2016 (dikumpulkan di akademik FIKES Kampus 1)  untuk hasil kunjungan lapangan Dinas Kebersihan Kota Yogyakarta dan TPA Piyungan

Download :

Bookmark and Share

Sabtu, 23 Januari 2016

MK. Dasar Kesehatan Lingkungan : Rumah Sehat, Epidemiologi Lingkungan, Kisi-kisi UAS Dasar Kesling 2015

Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi, Soedjajadi Keman, Kesehatan Perumahan bangunan, kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan peme - liharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya, serta mencakup unsur apakah rumah tersebut memiliki penyediaan air minum dan sarana yang memadai untuk memasak, mencuci, menyimpan makanan, serta pembuangan kotoran manusia maupun limbah lainnya (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001). 

Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : 
  1. Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah, penerangan yang memadai, ventilasi yang nyaman, dan kebisingan 45-55 dB.A.;
  2. Memenuhi kebutuhan kejiwaan;
  3. Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular yaitu memiliki penyediaan air bersih, sarana pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah yang saniter dan memenuhi syarat kesehatan; serta
  4. Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan bahaya kebakaran, seperti fondasi rumah yang kokoh, tangga yang tidak curam, bahaya kebakaran karena arus pendek listrik, keracunan, bahkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas (Sanropie, 1992; Azwar, 1996). 
Komponen yang harus dimiliki rumah sehat (Ditjen Cipta Karya, 1997) adalah :
  1. Fondasi yang kuat untuk mene ruskan beban bangunan ke tanah dasar, memberi kestabilan bangunan, dan merupakan konstruksi penghubung antara bagunan dengan tanah;
  2. Lantai kedap air dan tidak lembab, tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan, bahan kedap air, unt uk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu;
  3. Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai;
  4. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap, menahan angin dan air hujan, melindungi dari panas dan debu dari luar, serta menjaga kerahasiaan ( privacy) penghuninya;
  5. Langit-langit untuk menahan dan menyerap panas terik matahari, minimum 2,4 m dari lantai, bisa dari bahan papan, anyaman bambu, tripleks atau gipsum; serta
  6. Atap rumah yang berfungsi sebagai penahan panas sinar matahari serta melindungi masuknya debu, angin dan air hujan.


Sumber Pustaka : Soedjajadi Keman. Artikel Ilmiah : Kesehatan Perumaha dan Lingkungan Pemukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 2, No. 1, 30Juli 2005 : 29 -42

Download Materi


Bookmark and Share

Minggu, 03 Januari 2016

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/ pengangkutan, pengolahan dan pembuangan. TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Karenanya diperlukan penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik.
Download :

Bookmark and Share

Minggu, 22 November 2015

MK. Dasar Kesehatan Lingkungan : Vektor Penyakit dan Pengendaliannya

Vektor Penyakit merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam penyebaran penyakit. Salah satu faktor yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan vektor dengan menjaga kesehaatan lingkungan. Berikut adalah materi tentang Vektor Penyakit dan Pengendaliannya.

Materi Dasar Kesehatan Lingkungan : Vektor Penyakit dan Pengendaliannya

Bookmark and Share

Jumat, 26 Juni 2015

Materi Dasar Keling 2015. Epidemiologi Lingkungan, Materi PSPV : Pengomposan dan Pengolahan Plastik & Kisi-kisi UAS 2015

Dear teman mahasiswa, 

Berikut saya upload materi pertemuan terakhir untuk Mata Kuliah Dasar Keling 2015 dan Kisi-kisi UAS 2015. 
Kisi-kisi UAS yang saya kirimkan hanya dari soal saya, selanjutnya untuk soal dari tim dosen yang lain diharaapkan menghubungi dosen ybs. 

Terima kasih untuk perhatian dan kerjasama selama perkuliahan Dasar Kesehatan Lingkungan. 

Semoga kalian diberikan rahmat kesehatan dan kejujuran dalam menjalani UAS. Salam Sukses, 

Download : 

  1. Materi Kesehatan Lingkungan 2015. Epidemiologi Lingkungan 
  2. Materi PSPV 2015. Pengomposan
  3. Materi PSPV 2015. Pengolahan Plastik
  4. Kisi-kisi UAS Dasar Kesehatan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Pengendalian Vektor

Bookmark and Share

Kamis, 04 Juni 2015

Materi MK. Dasar Kesehatan Lingkungan "Pencemaran Lingkungan" & "HACCP"

Bagi mahasiswa peserta MK. Dasar Kesehatan Lingkungan 2015 pada post kali ini Anda bisa menunduh dua buah file presentasi perkuliahan, sbb :

1. Download : Materi Pencemaran Lingkungan
Pada materi tersebut terdapat beberapa hal yang terkait dengan pencemaran lingkungan, misal pengertian baku mutu dan fungsinya, serta pengertian monitoring lingkungan serta cara pemantauan. Pada file tersebut saya juga memaparkan cara pemantauan proyek kecil penugasan pemantauan lingkungan, serta Format Laporan Pemantauan Lingkungan.

2. Download : Materi HACCP
Upaya pencegahan penyakit bawaan makanan atau foodborne disease dapat dicegah dengan menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point. Pada materi tersebut saya paparkan tujuh prinsip HACCP dan salah satu contoh sederhana kajian HACCP. Sebagai pelengkap materi Anda dapat membaca salah satu buku Pengantar HACCP berjudul "HACCP Sekilas Pandang" oleh Sara Mortimore & Carol Wallace (Penerbit Buku Kedokteran / EGC)

Salam sehat dan semangat,


Bookmark and Share

Rabu, 05 November 2014

Kisi-kisi Ujian Tengah Semester TA. 2014/2015

Berikut saya informasikan tentang Kisi-kisi Ujian Tengah Semester TA. 2014/2015. Melalui kisi-kisi tersebut diharapkan mahasiswa mampu mempersiapkan ujian lebih baik dan penuh persiapan.
Selamat belajar dan semoga sukses.

Download :
Kisi-kisi UTS MK. Dasar Kesehatan Lingkungan
Kisi-kisi UTS MK. Teknologi Tepat Guna
Kisi-kisi UTS MK. Pencemaran Lingkungan


Bookmark and Share

MK. Dasar Kesehatan Lingkungan : Karakteristik Sampah; Pengelolaan Sampah

Sumber-sumber sampah yang ada di lingkungan, antara lain :


  1. Pemukiman penduduk Sampah; di suatu pemukiman biasanya dihasilkan oleh satu atau beberapa keluarga yang tinggal dalam suatu bangunan atau asrama yang terdapat di desa atau di kota. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah basah (garbage), sampah kering (rubbsih), perabotan rumah tangga, abu atau sisa tumbuhan kebun. (Dainur, 1995)
  2. Tempat umum dan tempat perdagangan; Tempat umum adalah tempat yang memungkinkan banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan termasuk juga tempat perdagangan. Jenis sampah yang dihasilkan dari tempat semacam itu dapat berupa sisa-sisa makanan (garbage), sampah kering, abu, sisa bangunan, sampah khusus, dan terkadang sampah berbahaya.
  3. Sarana layanan masyarakat milik pemerintah. Sarana layanan masyarakat yang dimaksud disini, antara lain, tempat hiburan dan umum, jalan umum, tempat parkir, tempat layanan kesehatan (misalnya rumah sakit dan puskesmas), kompleks militer, gedung pertemuan, pantai empat berlibur, dan sarana pemerintah lain. Tempat tersebut biasanya menghasilkan sampah khusus dan sampah kering.
  4. Industri berat dan ringan. Dalam pengertian ini termasuk industri makanan dan minuman, industri kayu, industri kimia, industri logam dan tempat pengolahan air kotor dan air minum,dan kegiatan industri lainnya, baik yang sifatnya distributif atau memproses bahan mentah saja. Sampah yang dihasilkan dari tempat ini biasanya sampah basah, sampah kering, sisa-sisa bangunan, sampah khusus dan sampah berbahaya.
  5. Pertanian.  Sampah dihasilkan dari tanaman dan binatang. Lokasi pertanian seperti kebun, ladang ataupun sawah menghasilkan sampah berupa bahan-bahan makanan yang telah membusuk, sampah pertanian, pupuk, maupun bahan pembasmi serangga tanaman (Chandra, 2007).

Pengelolaan Sampah Padat Ada beberapa tahapan di dalam pengelolaan sampah padat yang baik, diantaranya : 

  1. Tahap pengumpulan dan penyimpanan di tempat sumber Sampah yang ada dilokasi sumber (kantor, rumah tangga, hotel dan sebagainya) ditempatkan dalam tempat penyimpanan sementara, dalam hal ini tempat sampah. Sampah basah dan sampah kering sebaiknya dikumpulkan dalam tempat yang terpisah untuk memudahkan pemusnahannya. Adapun tempat penyimpanan sementara (tempat sampah) yang digunakan harus memenuhi persyaratan berikut berikut ini : 

  • Konstruksi harus kuat dan tidak mudah bocor 
  • Memiliki tutup dan mudah dibuka tanpa mengotori tangan
  • Ukuran sesuai sehingga mudah diangkut oleh satu orang. 
Dari tempat penyimpanan ini, sampah dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam dipo (rumah sampah). Dipo ini berbentuk bak besar yang digunakan untuk menampung sampah rumah tangga. Pengelolaanya dapat diserahkan pada pihak pemerintah. 

Untuk membangun suatu dipo, ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi,diantaranya 

  1. Dibangun di atas permukaan tanah dengan ketinggian bangunan setinggi kendaraan pengangkut sampah.
  2. Memiliki dua pintu, pintu masuk dan pintu untuk mengambil sampah. 
  3. Memiliki lubang ventilasi yang tertutup kawat halus untuk mencegah lalat dan binatang lain masuk ke dalam dipo.
  4. Ada kran air untuk membersihkan 
  5. Tidak menjadi tempat tinggal atau sarang lalat atau tikus. 
  6. Mudah dijangkau masyarakat 

Download :


Bookmark and Share

Senin, 20 Oktober 2014

Pertemuan 1 Dasar Kesling : Limbah dan Pengolahannya

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/1999 Jo.PP 85/1999, limbah didefinisikan sebagai sisa/buangan dari suatu usaha atau kegiatan manusia. hampir semua kegiatan manusia menghasilkan limbah, limbah yang dihasilkan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Ketika jumlah limbah melebihi jumlah atau konsentrasi tertentu, maka limbah akan berdampak negatif bagi lingkungan.

UU RI No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup mendefinisikan baku mutu lingkungan sebagai ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. Dengan kata lain, baku mutu lingkungan adalah ambang batas atau batas kadar maksimum suatu zat atau komponen yang diperbolehkan berada di lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif. Jenis limbah yang berbeda dapat memiliki baku mutu yang berbeda di lingkungan.

Berdasarkan jenisnya limbah dibedakan menjadi limbah organik dan limbah anorganik.
Selanjutnya berdasarkan sumbernya limbah dibedakan menjadi limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah pertambangan
Pembagian limbah berdasarkan wujudnya dibedakan menjadi limbah cair, gas, dan padat


Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...