Tampilkan postingan dengan label MK Teknologi Tepat Guna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MK Teknologi Tepat Guna. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2016

Tugas MK. Teknologi Tepat Guna 2016 : Video Alat Teknologi Tepat Guna

Di akhir perkuliahan Teknologi Tepat Guna Program Studi Kesehatan Masyarakat Respati Yogyakarta, mahasiswa mendapatkan tugas untuk menunjukkan karya teknologi tepat guna mereka berhubungan dengan penyelesaian masalah kesehatan masyarakat di dunia maya. 
Ya, melalui dunia maya diharapkan akan banyak yang mendapatkan informasi tentang alat tersebut serta menunjukkan kepada masyarakat tentang kemampuan dari para calon sarjana kesehatan masyarakat dari UNRIYO.
Melalui informasi yang telah mereka berikan kepada saya dosen pengampu melalui Whatapps, terkumpul 20 video dari teman-teman mahasiswa. Bermacam-macam alat yang telah mereka buat, paling banyak tentang penyaringan air, kemungkinan mereka membuat alat tersebut karena alat dan bahan yang mudah diperoleh.
Berikut adalah link dari mahasiswa peserta MK. TTG :
  1. https://youtu.be/kfyKi2VbXyE Briket Daun Pisang dan Kompor Sederhana oleh Sayyid Jafar, dkk ** (recommended)
  2. https://youtu.be/0PaGk5ouWxc Penyaring Air Kotor oleh Asni, dkk ** (recommended)
  3. https://youtu.be/JfagTl-tTks Pengolahan Barang Bekas oleh Elyis, dkk 
  4. https://youtu.be/UAoi48Rrdsw Penyaring Air Sederhana oleh Rudiath, dkk 
  5. https://youtu.be/NN0FmUR_8RE Kulkas Ramah Lingkungan oleh Intan, dkk 
  6. https://youtu.be/8hbw4h_KKRg Penyaringan Air Sederhana oleh Joko, dkk 
  7. https://youtu.be/9Dnj4uzYP5E AC Sederhana oleh Siyfaul Jannah, dkk 
  8. https://youtu.be/8bHbzz8kZcE Perangkap Nyamuk Sederhana oleh Anisatun, dkk 
  9. https://www.youtube.com/watch?v=mlw2XiOmMB4 Taman Vertikal dari Botol Bekas dan Sampah Organik oleh Hariyana, dkk 
  10. https://youtu.be/dx_dzDUcwgA Filtrasi Tabung Air Sumur oleh Yanka. dkk 
  11. https://www.youtube.com/watch?v=lnIq4oQsaw4 Alat Bantu Pernafasan Sederhana oleh Jaini, dkk 
  12. https://m.youtube.com/watch?v=lVlI-NY9Ijo Pengusir Nyamuk oleh Dwi Krizia dkk 
  13. https://youtu.be/UH5oq786kC0 Penjernihan Air oleh Lauri, dkk 
  14. http://youtu.be/NJBNvTPY2dg Komkabe 
  15. https://youtu.be/0e5-rMOlMlo Penyaring Air oleh Setya Rahmah 
  16. https://youtu.be/VpxnHJGQSFU Brownies Pare oleh Santi, dkk 
  17. https://youtu.be/8ml39XMo6bU Saringan Kran dari Botol Bekas oleh Stevin, dkk
  18. http://youtu.be/0rHQRoYNujo Pompa Air Manual Tanpa Listrik oleh Marwah, dkk
  19. https://youtu.be/5wM4H6oS3no Alat Penyaring Udara oleh Alinaro, dkk ** (recommended)
  20. https://youtu.be/4VUKUYVhqtY Wastafel Injection oleh Anas Asrdiansyah, dkk ** (recommended)

Dari duapuluh video yang telah dibuat oleh mahasiswa ada beberapa video yang saya anggap lebih baik daripada video yang lainnya, saya berikan tanda **. Hal tersebut, bukan berarti video yang lain tidak mendapatkan apresiasi. Saya memberikan apresiasi untuk semua video yang telah mahasiswa ciptakan, atas usaha mereka. Meskipun ada beberapa kelemahan, misal alur cerita, pengambilan gambar, audio, dll. 

Sebagai bentuk apresiasi, saya harap kalian bisa melihat video singkat tsb (durasi kurang lebih 5 menit) dan memberikan apresiasi kepada mereka, serta kritik untuk masukan menjadi lebih baik lagi.

Terima kasih untuk peran serta mahasiswa TTG 2016/2017 kelas A11 dan A12.
Kalian keren !

Salam sehat,
-Ibu Deta-


Bookmark and Share

Minggu, 04 Desember 2016

Materi Teknologi Tepat Guna : Anaerobic Baffle Reactor

Pada materi teknologi tepat guna ini, saya akan membagikan hasil penelitian saya dan mahasiswa tentang instalasi biogas untuk pengolahan limbah cair industri tahu di Gunung Saren, Trimurti, Bantul. Instalasi biogas ini memiliki desain Anaerobic Baffle Reactor (ABR), instalasi ini masih dipergunakan sampai sekarang. Melalui hasil penelitian ini, kita akan mengetahui tentang cara kerja, beban, serta efektivitas ABR. Silahkan download artikel penelitian di bawah ini dan selanjutnya akan kita diskusikan bersama di kelas kuliah Teknologi Tepat Guna, Prodi Kesehatan Masyarakat, UNRIYO
Download  

Bookmark and Share

Minggu, 06 Maret 2016

Pameran Teknologi Tepat Guna Kesehatan Masyarakat 2015

Perkembangan kesehatan masyarakat sangat erat hubungannya dengan kesediaan teknologi tepat guna di suatu komunitas masyarakat. Teknologi tepat guna (TTG) yang dikenal dengan appropriate health technology adalah suatu cara pemenuhan kesehatan masyarakat dengan metode yang sederhana, murah, mudah dibuat, serta mudah diperlihara oleh masyarakat. Sebagai salah satu wujud kemampuan berkarya, maka dalam perkuliahan TTG Semester Ganjil 2015/2016 Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO mengadakan Pameran Teknologi Tepat Guna. Bertempat di Hall Gedung B, mahasiswa yang sudah terbagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) mempresentasikan karya TTG mereka. 

Sebelum melakukan pameran tersebut, mahasiswa telah mengalami proses seleksi dan penyusunan proposal TTG oleh dosen pengampu (saya sendiri). Seleksi bertujuan untuk meningkatkan keragaman TTG yang dibuat oleh mahasiswa, serta kemanfaatan teknologi tersebut dalam kesehatan masyarakat.

Pameran diadakan oleh lima kelompok, dari kelas A10.1, A10.2, A10.3, A10.4, dan A11.
Berikut adalah hasil pameran serta penilaian dari pameran TTG 

Kelas A10.1
  1. Pestisida Daun Pepaya 
  2. Detergen Filter Effective (Detective) *
  3. Osmojentik *
  4. Briket Arang Tempurung Kelapa *
  5. Perangkat Tikus Kempit (dari NTT) *
  6. Kerajinan Kain Perca dan VCD Bekas *
  7. Kerajinan Tas dari Kulit Kayu
  8. Perangkat Burung

Kelas A10.2
  1. Kipas Angin dari VCD Bekas
  2. Alat Pengasapan untuk Tikus *
  3. Tandon Malaria
  4. Komposter Pupuk Cair *
  5. Briket Arang Sampah Daun * 
  6. Aquaponik


Kelas A10.3
  1. Kompor Sederhana untuk Briket Arang *
  2. Komposter Pupuk Cair *
  3. Sistem Irigasi Sederhana *
  4. Tanaman Aeroponik
  5. Kompor Serbuk Gergaji
  6. Kompor Tenaga Surya *


Kelas A10.4
  1. Masker Motor Dari Daun Nangka *
  2. Penjernih Air (biji kelor) dan Pemanas Air Sederhana *
  3. Alat Biogas Sederhana *
  4. Briket Kulit Durian
  5. Alat Cuci Tangan Otomatis Tanpa Mesin *

Kelas A11
  1. Kompor Tenaga Surya
  2. Biopestisida Alami
  3. Biopestisida Alami Dari Kencing Sapi *
  4. Lampu dari Sendok Plastik Bekas *
  5. Briket Kulit Salak *
  6. Batako Stereofoam *
  7. Briket Kulit Pisang *
  8. Briket Kulit Durian * 
  9. Obat Nyamuk Semprot Daun Serai


Catatan : Kelompok bertanda bintang (*) adalah kelompok favorit pilihan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNRIYO, Dosen Pembimbing, dan Para Pengunjung


Salam Sehat,


Bookmark and Share

Jumat, 27 November 2015

Kunjungan Lapangan MK. Teknologi Tepat Guna 2015

Bagi mahasiswa peserta Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna (TTG) 2015/2016 wajib mengikuti Praktik TTG yang akan dilaksankana dengan jadwal sbb : 

  • Senin, 23 November 2015 (kelas A10.1; A10.2) = Bengkel Kesling dan Biogas Srandakan 
  • Selasa, 24 November 2015 (kelas A10.3, A10.4, A11) = Bengkel Kesling dan Biogas Srandakan 
  • Senin, 30 November 2015 (kelas A10.1; A10.2) = Bank Sampah Sukunan dan Penyediaan Air Kadilobo 
  • Selasa, 1 Desember 2015 (kelas A10.3, A10.4; A11) = Bank Sampah Sukunan dan Penyediaan Air Kadilobo
Mahasiswa peserta kunjungan lapangan diwajibkan untuk mengisi daftar hadir mahasiswa dan mengisi form laporan kunjungan lapangan (tulis tangan) pengumpulan form dengan jadwal sebagai berikut :



1. Pengumpulan Laporan Kunjungan TTG : Bengkel Kesling dan Srandakan

  • Kelas A10.1 dan A10.2 paling lambat Senin, 30 November 2015 (jam 16.00)
  • Kelas A10.3; A10.4; dan A11 paling lambat Selasa, 01 Desember (jam 16.00)
2. Pengumpulan Laporan Kunjungan TTG : Bank Sampah Sukunan dan Penyediaan Air Bersih Kadilobo

  • Kelas A10.1 dan A10.2 paling lambat Senin, 07 Desember 2015 (jam 16.00)
  • Kelas A10.3; A10.4; dan A11 paling lambat Selasa, 08 Desember (jam 16.00)
Selanjutnya untuk form kunjungan lapangan dapat didownload pada link di bawah ini :

Sabtu, 19 September 2015

Format Proposal Rancangan Alat Teknologi Tepat Guna



  • Penyusunan proposal rancangan alat Teknologi Tepat Guna 2015 menyesuaikan dengan format proposal. 
  • Pengumpulan proposal paling lambat 13 Oktober 2015 jam 16.00.
  • Selanjutnya mahasiswa mempersiapkan alat sesuai dengan proposal untuk dipamerkan pada Pameran Gelar Produk TTG yang direncanakan pada Minggu Pertama bulan Januari (tempat dan waktu menyusul)


Download : Format Proposal Rancangan Alat TTG

Bookmark and Share

Rabu, 05 November 2014

Senin, 20 Oktober 2014

Pertemuan 5 TTG : Teknologi Penurunan Kadar Fe dan Mn

Krisis air bersih di Indonesia diperkirakan akan semakin parah seiring masifnya ketidakseimbangan kebutuhan dengan ketersediaan air bersih. Bahkan saat ini hanya 20% air bersih yang layak minum dan baru 15% masyarakat yang mengakses air dari pengelolaan air. Sisanya memenuhi kebutuhan air sendiri (Suara Pembaruan, 2011). 

Sebagian besar masyarakat menggunakan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih. Berdasarkan observasi di masyarakat, diketahui kualitas fisik air sumur gali banyak yang berwarna kuning kecoklatan dan jika digunakan untuk mencuci pakaian akan meninggalkan noda, hal ini disebabkan kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) yang tinggi  

Besi atau mangan masuk ke dalam air oleh karena reaksi biologis pada kondisi reduksi atau anaerobik (tanpa oksigen). Jika air yang mengandung besi atau mangan dibiarkan terkena udara atau oksigen maka reaksi oksidasi besi atau mangan akan timbul dengan lambat dan membentuk endapan atau gumpalan koloid dari oksida besi atau oksida mangan yang tidak diharapkan. Endapan koloid ini akan menempel atau tertinggal dalam sistem perpipaan, menyebabkan noda pada cucian pakaian, serta dapat menyebabkan masalah pada sistem pipa distribusi disebabkan karena dapat menyokong tumbuhnya mikroorganisme seperti crenothrix dan clonothrix yang dapat menyumbat perpipaan serta dapat menimbulkan warna dan bau yang tidak enak. 

Standar kualitas air minum di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010 menetapkan kadar zat besi di dalam air minum yang diperbolehkan maksimum 0,3 mg/l dan kadar mangan maksimum yang diperbolehkan 0,4 mg/l.

Materi Pertemuan 5 TTG : Teknologi Penurunan Kadar Fe dan Mn


Bookmark and Share

Selasa, 07 Oktober 2014

Pertemuan 4 TTG : Penjernihan Air dengan Biji Kelor (Moringa oleifera)

Lebih baik melindungi dan menggunakan sumber air yang aman, seperti mata air atau sumur yang dilindungi daripada harus membersihkan dan menggunakan air dari sumber yang sudah terkontaminasi, seperti sungai atau kubangan.

Tetapi air dari sumber mana pun perlu dibersihkan jika air itu sudah terkontaminasi, atau jika orang menolak meminumnya karena warna atau rasanya, atau jika air itu diangkut atau disimpan di rumah . (Air dari pipa, tangki, dan sumur-sumur juga perlu dibersihkan sebelum diminum, jika sudah terkontaminasi)

Metode yang Anda pilih akan tergantung pada berapa banyak air yang dibutuhkan, jenis kontaminasi yang ditemukan, bagaimana cara menyimpana, dan sumberdaya apa yang Anda miliki . Apa pun caranya, yang terbaik adalah mendiamkan dulu air itu baru dituang ke wadah lainnya, atau menyaringnya dulu sebelum kuman-kuman dibasmi (desinfektan). Cara ini akan membuang endapannya (partikel kotoran) dengan menyingkirkan endapannya maka proses pembasmian kuman jadi lebih mmudah dan lebih efektif.

Metode yang ditunjukkan di sini tidak membuat air aman dari bahan kimia beracun . Air yang mengandung bahan kimia beracun tidak pernah aman untuk minum, mandi, atau mencuci pakaian karena akan menyebabkan kanker, ruam kulit, keguguran, atau gangguan kesehatan lainnya. 

Salah satu metode penjernihan air yang aman dan mudah adalah penggunaan biji kelor sebagai bio-koagulan.

Salam,

Download :


Bookmark and Share

Minggu, 28 September 2014

Pertemuan 3 TTG : Chlorine Diffuser dan Solar Water Disinfection

Penyediaan air minum di membutuhkan perhatian khusus dari kita. Keterbatasan masyarakat dalam menjangkau penyediaan air bersih memerlukan solusi. Air bersih yang berkualitas secara fisik, kimia, dan mikrobiologi merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Langkah pemerintah dalam usaha memberdayakan masyarakat supaya mampu menyediakan air minum salah satunya melalui penerapan teknologi tepat guna, yaitu chlorine diffuser dan metode solar water disinfection (sodis).

Terkait dengan chlorine diffuser, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Pemerintah mengadakan sekitar 500 unit chlorine diffuser setiap tahun yang diprioritaskna untuk sumur warga di pinggir sungai, serta sumur di tempat umum seperti masjid, tempat mandi umum, sumur milik warga miskin. Akan tetapi karena keterbatasan anggaran APBD, maka terkadang di beberapa tempat warga secara kolektif melakukan pengadaan pembuatan chlorine diffuser. Keberadaan sarjana kesehatan masyarakat dalam penerapan TTG, khususnya chlorine diffuser perlu dipertimbangkan, karena teknologi ini merupakan bentuk usaha preventif dalam kesehatan.

Penyediaan air minum yang aman secara mikrobiologi dapat diperoleh dengan metode sederhana yang direkomendasikan oleh WHO yaitu solar water disinfection (sodis). Metode ini menggunakan prinsip disinfeksi air menggunakan bantuan thermal dan radiasi ultraviolet sinar matahari.

Download :

Salam,



Bookmark and Share

Senin, 22 September 2014

Pertemuan 2 TTG : Pemberdayaan Masyarakat Dalam Teknologi Tepat Guna

Melalui beberapa fakta yang ada di sekitar kita, ada indikasi bahwa penduduk (masyarakat) Indonesia mengalami penurunan atau bahkan kehilangan daya untuk membangun kreativitas dalam upaya untuk bisa bertahan di masa mendatang. Indikasi terjadinya ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi perubahan dan permasalahan terakumulasi dan menimbulkan frustrasi sosial, terlihat dengan semakin luasnya keresahan sosial (sosial unrest), kerusuhan atau kekerasan (riot), dan  gejala disintegrasi sosial. Fakta bahwa keberadaan penduduk miskin, terbelakang, dan terpencil semakin terpuruk. Masyarakat kehilangan fungsi sosial masyarakat serta kehilangan potensi dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan serta pendidikan 

Teknologi tepat guna merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat. Teknologi tersebut harus berpotensi memenuhi beberapa kriteria antara lain : 
  1. Mampu mengkonversi sumberdaya alam
  2. Berpotensi menyerap tenaga kerja
  3. Mampu memacu industri rumah tangga
  4. Mampu meningkatkan pendapatan masyarakat
Secara nasional, bahwa untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, mempercepat kemajuan desa dan menghadapi persaingan global dipandang perlu melakukan percepatan pembangunan perdesaan melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang yang didukung oleh penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna.


Download : 

Bookmark and Share

Senin, 15 September 2014

Materi Pertemuan 1 MK. Teknologi Tepat Guna (TTG) S1. Kesehatan Masyarakat UNRIYO

Keadaan lingkungan hidup dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Banyak aspek kesejahteraan manusia dipengaruhi oleh lingkungan, dan banyak penyakit dimulai, didukung, ditopang atau dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat antara lain air, udara, tanah. Udara yang segar, air yang bersih, tanah yang subur dan tidak tercemar, menjadi dambaan setiap orang. 

Kondisi lingkungan yang sehat berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan masyarakat yang optimum.Upaya untuk menjaga kesehatan lingkungan perlu disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat Teknologi Tepat Guna Kesehatan Lingkungan mengantisipasi sedini mungkin munculnya berbagai penyakit yang berbasis lingkungan. Pemanfaatan teknologi tepat guna di bidang kesehatan lingkungan adalah salah satu cara untuk menyosialisasikan bagaimana cara menjaga kesehatan lingkungan sehingga dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat. 

Teknologi tepat guna di bidang kesehatan lingkungan antara lain pemanfaatan sampah menjadi kompos, pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas, penyediaan air bersih tanpa pompa (gravitasi), pengolahan limbah cair rumah tangga, pembuatan briket bioarang dari sampah anorganik, pembuatan chlorine difusser untuk mendisinfeksi air, pengendalian vektor (nyamuk, kecoa, dan tikus), teknologi tepat guna pengolahan limbah cair rumah tangga, dan teknologi tepat guna lainnya.Pengenalan teknologi tepat guna di bidang kesehatan lingkungan kepada semua komponen yang ada di masyarakat, tentunya membutuhkan tempat yang cukup untuk memvisualisasikannya sehingga dapat menjadi sumber belajar bagi masyarakat umum, kalangan pelajar, mahasiswa perguruan tinggi, institusi/lembaga yang concern terhadap kesehatan lingkungan. 

Berikut ini adalah materi dalam bentuk power point tentang Konsep, Kriteria, dan Penggunaan Teknologi Tepat Guna khususnya di bidang Kesehatan Masyarakat. Silahkan download pada link di bawah ini : 


Semoga bermanfaat bagi kita untuk menciptkan lingkungan hidup yang semakin sehat. 


Salam sehat,


Bookmark and Share

Jumat, 10 Januari 2014

Hasil Pameran dan Kisi-kisi Soal UAS Mata Kuliah : Teknologi Tepat Guna

Hasil Pameran Teknologi Tepat Guna, kelompok yang paling banyak dipilih pada saat Pameran Alat Teknologi Tepat Guna :
1. Pameran Kelas A8.1 dan A8.2
    Produk : Larvasida Ekstrak Serai untuk Membunuh Jentik Aedes aegypti
2. Pameran Kelas A8.3
    Produk : Water Filter
3. Pameran Kelas A8.4
    Produk : Penjernihan Minyak dengan Pisang Kepok
Bagi Ketua Kelas kelompok di atas silahkan datang ke Kantor pada hari Rabu, 15 Januari 2014.

Selanjutnya bagi kelompok yang berminat melanjutnya hasil Produk Teknologi Tepat Guna ke dalam proposal Kewirausahaan atau Penelitian bisa menghubungi saya pada bulan Februari.


Sebagai bahan masukan untuk Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna berikut adalah :
  1. Soal Ujian terdiri dari : 25 soal pilihanganda dan 5 soal uraian
  2. Waktu ujian : 90 menit
  3. Perhitungan HANYA DIPERBOLEHKAN menggunakan kalkulator, mahasiswa tidak diijinkan menggunakan alat hitung selain kalkulator.
  4. Download Kisi-kisi Soal Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna
Semoga sukses mengikuti ujian akhir semester.
Salam,




Bookmark and Share

Senin, 16 Desember 2013

Materi Kuliah : Teknologi Tepat Guna Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO

Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat pada semester V. Melalui mata kuliah TTG mahasiswa dapat memahami, menciptakan, mempromosikan, dan memasarkan teknologi tepat guna dalam kesehatan, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat. 

Berkaitan dengan hal tersebut makan dalam mata kuliah TTG mahasiswa selain mendapatkan teori melalui proses pembelajaran di dalam kelas, mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan kuliah lapangan dengan berkunjung, mengamati,serta berdiskusi secara langsung dengan pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam praktik teknologi tepat guna di masyarakat. 

Berikut adalah materi kuliah TTG Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO Tahun Ajaran 2013/2014. 
  1. TTG Pengolahan Limbah Rumah Tangga Biofilter Anaerob dan Aerob 
  2. TTG Jamban dan Pengolahan Tinja 
  3. TTG Panen Air Hujan 
  4. TTG Pengendalian Pencemaran Udara 
  5. TTG Pengolahan Limbah Cair Domestik


 salam berbagi ^_^ 

 
Bookmark and Share

Rabu, 11 Desember 2013

Laporan Kunjungan Lapangan Teknologi Tepat Guna Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNRIYO

Kunjungan Lapangan merupakan salah satu bentuk praktek kuliah di luar kampus melibatkan pihak-pihak luar yang diharapkan dapat memberikan tambahan informasi bagi mahasiswa terkait dengan mata kuliah yang diperoleh. Salah satu mata kuliah yang dilengkapi dengan kunjungan lapangan di Program Studi Kesehatan Masyarakat UNRIYO adalah Teknologi Tepat Guna (TTG). Pelaksanaan kunjungan lapangan diadakan setelah mahasiswa mendapatkan teori tentang Teknologi Tepat Guna.

Berikut ini adalah tempat kunjungan lapangan di seputaran DIY dalam mata kuliah TTG yaitu : Daerah Kadilobo tentang Sistem Pengairan Metode Gravitasi, Daerah Sukunan yang dikenal dengan program bank sampah, Bengkel Kesling dengan peralatan terkait dengan TTG yang diproduksi di DIY, dan produksi bersih untuk industri tahu di Srandakan, Bantul.

Pada akhir kunjungan mahasiswa diwajibkan untuk menyusun laporan kunjungan lapangan dengan format bisa didownload pada link berikut : Format Laporan Kunjungan Lapangan




Tata Cara Penulisan Laporan .
1.      Laporan dijilid dengan softcover dengan warna kuning
2.      Logo UNRIYO dengan dimensi 5 x 5 cm
3.      Penulisan dengan huruf Times New Roman 12 pt, spasi 1,5
4.      Margin : top 3 cm, bottom 4 cm, left 4 cm, right 3 cm
5.      Makalah dikumpulkan paling lambat Sabtu, 11 Januari 2013
 
 selamat mengerjakan ^_^



Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...