Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 September 2014

Pertemuan 2 AMDAL : Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam AMDAL

Secara umum kegunaan Amdal adalah : Memberikan informasi secara jelas mengenai suatu rencana usaha, berikut dampak-dampak lingkungan yang akan ditimbulkannya.

  1. Menampung aspirasi, pengetahuan dan pendapat penduduk khususnya dalam masalah lingkungan, dengan akan didirikannya rencana usaha tersebut.
  2. Menampung informasi setempat yang berguna bagi pemrakarsa dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak dan mengelola lingkungan.
  3. Melalui partisipasi masyarakat dalam proses Amdal, diharapkan di masa mendatang masyarakat juga akan turut serta secara aktif dalam pengambilan keputusan mengenai kelayakan lingkungan suatu rencana usaha dan atau kegiatan.

Amdal bermanfaat untuk : 

  1. Memprediksi dampak proyek terhadap lingkungan. 
  2. Mencari jalan untuk mengurangi dampak negatif dan membuat proyek tepat lingkungan.
  3. Menyajikan hasil prediksi serta alternatif-alternatif bagi pembuat keputusan. 
Hampir semua proyek-proyek pembangunan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Proyek -proyek pembangunan yang secara nyata dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan antara lain : 
  • Kegiatan penggunaan dan transformasi lahan: proyek transmigrasi, irigasi, pembuatan perkebunan, tambak udang dll.
  • Kegiatan pengambilan sumberdaya alam : pertambangan (emas, batubara, tembaga dll.), eksploitasi hutan (HPH).
  • Kegiatan pembinaan sumberdaya alam : Reklamasi lahan, reboisasi hutan, pengendalian banjir.
  • Kegiatan pertanian : pencetakan sawah, peternakan, perikanan (kolam, air deras), perkebunan.
  • Kegiatan industri : pendirian pabrik pupuk, semen, tapioka, mobil, kertas, baja, makanan ternak.
  • Kegiatan transportasi : pembuatan jalan baru seperti jalan tol dan jalan layang, pembuatan pelabuhan baik udara, ferry, perikanan, dan sebagainya.
  • Kegiatan pengadaan energi : pembuatan PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, dll. h. Kegiatan pariwisata : pembuatan tempat rekreasi, lapangan golf, taman hiburan, dll. 
Secara rinci pemerintah telah mengeluarkan suatu keputusan tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012.

Download :
Salam,



Bookmark and Share

Selasa, 18 Juni 2013

Kearifan Budaya Lokal : Festival Gerobak Sapi


Festival Gerobak Sapi ditawarkan oleh suamiku (Imam) untuk menyegarkan minggu pagi Juni 2013 ini. Penasaran, seperti apa bentuk gerobak sapi? Penasaran dengan sapi-sapi pengangkut, kurus atau gemuk-gemuk? Festival ini tentang apa tho? Rasa itu muncul, karena aku belum pernah sekalipun melihat gerobak sapi di daerah asalku, Pemalang. Aku hanya pernah melihat sapi untuk membantu di sawah. Pada brosur tertulis dimulai jam tujuh pagi festival dimulai. Kira-kira jam delapan kita sampai di lapangan stadion Maguwoharjo, Sleman, tempat pelaksaan festival. Woooowww…banyak sekali gerobak-gerobak sapi di sana, berbagai warna, meski banyak keseragaman warna. Berbagai macam warna sapi, berbagai usia sapi, dan penarik gerobak sapi (akhirnya aku tahu disebut “bajingan” dalam Bahasan Jawa) dengan berbagai rentang usia tua sampai muda (10 tahun)
Ramai pengunjung Festival Gerobak Sapi 2013

Sapi-sapi penarik gerobak

Simbah kakung turut berpartisipasi dalam festival
Salah satu 'bajingan' cilik penerus budaya gerobak sapi
Gerobak sapi dengan berbagai hiasan, lonceng-lonceng kecil, hasil bumi (pisang, beras, kelapa, dll), berbagai warna, berbagai ‘tagline’ bahasa Jawa, antara lain “Rukun Agawe Santoso”. Menurutku gerobak sapi merupakan bentuk budaya kearifan lokal dan diharapkan tentang hidup. 

Lonceng-lonceng penghias gerobak sapi
Ijo royo-royo hasil bumi penghias gerobak sapi
Nasehat adiluhung Jawa penghias gerobak sapi
Meskipun, saat ini fungsi gerobak sapi sebagai sumber penghidupan sudah berkurang, tetapi aku bangga kepada komunitas masyarakat yang masih tetap mempertahankan gerobak sapi untuk kumpul bersama misal, keliling dusun, seperti yang diceritakan oleh salah satu bapak pemilik gerobak sapi kepadaku.
Salam Budaya!

Bookmark and Share

Sabtu, 18 Mei 2013

Bedah buku Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan bersama Agustinus Wibowo


"Titik Nol" buku ketiga Agustinus Wibowo (doc.pri)
Akhirnya aku bisa bertemu salah satu penulis favoritku Agustinus Wibowo di salah satu forum bedah buku terbarunya "Titik Nol".
Forum diskusi sore itu diadakan di Indonesia Buku, Jalan Patehan Wetan, Alun-alun Lor, Yogya.
Tempat yang termasuk 'nyempil'dan tenang untuk sebuah perpustakaan mandiri dengan dominasi literatur sastra dan sejarah.
Informasi menarik lainnya, buku-buku di perpustakaan Indonesia Buku ternyata boleh dipinjam jika menjadi anggota :)
Kembali ke bedah buku Titik Nol, acara dimulai tepat pada waktunya :) apalagi penulis sudah siap di tempat terlebih dahulu.
Diawali dengan pengenalan secara umum buku-buku yang ditulis oleh Agustinus yaitu selimut Debu, Garis Batas, dan Titik Nol, selanjutnya dengan bagian tanya jawab.
Diskusi yang seru dan disiarkan langsung oleh Radio Buku. Aku bagikan beberapa diskusi yang menarik :)

  1. Sharing dari seorang guru sosiologi dan Antropologi, De'britto, Yogya yang ternyata sangat mengidolakan Agustinus Wibowo, dimana beliau menggambarkan betapa bahagia beliau bertemu dengan Agustinus, seperti anak perempuannya bertemu Cherybelle :D. Begitu tertarik beliau dengan kisah perjalanan backpacker Agustinus, hingga menjadikan buku selimut Debu dan Garis Batas menjadi buku referensi dalam pelajaran sosiologi beliau #ajaib! Murid didikan beliau mendapatkan tugas untuk membaca kisah salah satu negara dalam buku Agustinus dan diakhiri dengan ujian wawancara. Meskipun beliau sudah hafal isi buku-buku Agustinus, akan tetapi ternyata pendapat murid tentang kesan suatu negara dalam buku bisa berbeda-beda satu sama lain, misal salah satu murid dengan bagian membaca India, menggambarkan deskripsi singkat tentang India dengan 3s: stolen, sickness, and sex. Melalui sharing beliau, aku menganggap buku Agustinus termasuk dalam buku perjalanan backpacker yang "timeless". Kita akan mengetahui tentang lingkungan sosial, ekonomi, dan politik negara Asia Tengah, dll tanpa perlu mengkerutkan dahi :)
  2. Pertanyaan berikutnya berupa pertanyaan apa yang perlu dipersiapkan untuk seorang backpacker amatir? Mungkin bagi yang mengikuti perjalanan Agustinus dari buku selimut Debu sampai dengan Titik Nol akan memperkirakan bahwa jawaban Agustinus berupa jawaban "filosofis" bukan "teknis":) kemungkinan karena Agustinus sudah mengalami perjalanan backpacker selama 10 tahun, dan penuh dengan perenungan. hal yang perlu disiapkan oleh backpacker adalah (1) bukan seberapa banyak yang bisa kita bawa saat perjalanan, tapi seberapa banyak yang rela kita lepas selama perjalanan (nah, berkerut-kerut khan mencerna kalimatnya :) (2) mau menanggalkan ego kita selama perjalanan, dengan cara menganggap orang yang kita temui di perjalanan bukan orang asing, tetapi kita lah si pejalan sebagai orang asing, dengan demikian kita akan dengan penuh sukacita mendengarkan cerita mereka tentang hal-hal yang belum kita ketahui. ##monggo dipikirkan,  kalo bingung baca bukunya dulu :) #lha kok malah promosi
  3. Seorang ibu yang sangat mengidolakan Agustinus, begitu penasaran dengan menanyakan bentuk kemapanan apa yang diharapkan oleh Agustinus, karena sebagian besar dari kita mengganggap kemapanan adalah hal yang paling 'ultimate'. Menurut Agustinus, ketidakmapanan dia, adalah kemapanan dia. #nah, tambah filosofis lagi khan, berkerut-kerut deh
  4. Praktek bahasa Tajikistan dan Uzbekistan yang dia perlihatkan (karena permintaan peserta) begitu fasih, diakui oleh dua mahasiswa dari negara tersebut (kebetulan kuliah di uns)
Karena Agustinus merupakan salah satu penulis favoritku, ritual yang tidak boleh dilewatkan foto bersama dan meminta tanda tangannya :)
Foto bersama penulis "Titik Nol" Agustinus Wibowo
Akhirnya buku favorit suami mendapatkan tanda tangan penulis ^_^
Kesanku bertemu Agustinus dan mendengarkan pendapat dia dalam menjawab berbagai pertanyaan adalah dia penulis yang memahami pembaca dengan mampu mengajak kita untuk berjalan bersama dalam kisah-kisah perjalanan.
selain itu, tulisan Agustinus mampu membuat kita merasakan makna perjalanan yang berbeda dengan dia, dan membuat pembaca mampu merefleksikan diri pembaca di depan cermin pribadi melalui kisah-kisah perjalanan dan foto-foto memikat.
outstanding books !

Jika ingin menyimak tentang kisah-kisah perjalanan dan foto-foto memikatnya terdapat di laman http://www.avgustin.net dan http://www.facebook.com/avgustin88/
salam baca buku ^_^


Bookmark and Share

Senin, 03 Mei 2010

Sensus Penduduk Mei 2010


A census is the procedure of systematically acquiring and recording information about the members of a given population. It is a regularly occurring and official count of a particular population (www.wikipedia.org). The term is used mostly in connection with national population and door-to-door censuses (to be taken every 10 years according to United Nations recommendations), agriculture, and business censuses; in the latter cases the elements of the 'population' are farms/businesses/etc rather than people. The term itself comes from Latin: during the Roman Republic the census was a list that kept track of all adult males fit for military service.

Sensus dilaksanakan per 10 tahun, Pemerintah Hindia Belanda mulai melakukan sensus pada tahun 1920 & 1930, dilanjutkan oleh pemerintahan Indonesia pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000.
Bulan Mei 2010 merupakan sensus ke-enam yang diadakan oleh Pemerintah Indonesia.
Ribuan petugas sensus hasil pelatihan dikerahkan untuk melakukan cacah jiwa 240,271,522 jiwa populasi ke empat dunia (July 2009 est from https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html). Akan tetapi kinerja sensus tahun ini banyak diragukan, karena nampaknya sensus ini hanya menghitung angka statistik, akan tetapi Single Identity Number (SIN)melalui pengambilan sidik jari belum bisa dipenuhi pada sensus kali ini.

Tetapi, saya masih berharap setidaknya data statistik yang dihasilkan pada sensu 2010 tidak menimbulkan berbagai kontroversi seperti waktu-waktu sebelumnya, dengan hanya penulisan ulang data sepuluh tahun yang lalu. Diharapkan diperoleh data kemiskinan dan pengangguran penduduk yang jelas dan berguna dalam penyusunan kebijakan pembangunan berkaitan dengan pemukiman, transportasi, dan pendidikan.
Saya memimpikan siatu saat saya memiliki SIN berteknologi, hingga setiap membuat Kartu Keluarga, Pilkada, Pemilu, pembuatan SIM, SKCK dapat tinggal sekali gesek kartu SIN saja ^_^

Salam,

Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...