Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2016

MK. PSPV : Bionomik Vektor

http://www.nzdl.org/gsdl/collect/cdl/archives/HASH01f1/6a8f5683.dir/p012.gif

Penugasan bagi mahasiswa peserta Mata Kuliah Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor untuk materi Bionomik Vektor "Berkenalan Dengan Vektor"


  1. Membuat kelompok 3-5 orang
  2. Melakukan diskusi terkait dengan : Bionomik vektor, mekanisme penularan vektor, pengendalian vektor
  3. Menyusun laporan diskusi bionomik vektor
  4. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok 
  5. Mengumpulkan naskah hasil dikusi pada pertemuan minggu berikutnya yaitu pada tanggal 24 Maret 2016
Download : Bionomik Vektor


Bookmark and Share

Sabtu, 19 September 2015

Format Proposal Rancangan Alat Teknologi Tepat Guna



  • Penyusunan proposal rancangan alat Teknologi Tepat Guna 2015 menyesuaikan dengan format proposal. 
  • Pengumpulan proposal paling lambat 13 Oktober 2015 jam 16.00.
  • Selanjutnya mahasiswa mempersiapkan alat sesuai dengan proposal untuk dipamerkan pada Pameran Gelar Produk TTG yang direncanakan pada Minggu Pertama bulan Januari (tempat dan waktu menyusul)


Download : Format Proposal Rancangan Alat TTG

Bookmark and Share

Jumat, 26 Juni 2015

Materi Dasar Keling 2015. Epidemiologi Lingkungan, Materi PSPV : Pengomposan dan Pengolahan Plastik & Kisi-kisi UAS 2015

Dear teman mahasiswa, 

Berikut saya upload materi pertemuan terakhir untuk Mata Kuliah Dasar Keling 2015 dan Kisi-kisi UAS 2015. 
Kisi-kisi UAS yang saya kirimkan hanya dari soal saya, selanjutnya untuk soal dari tim dosen yang lain diharaapkan menghubungi dosen ybs. 

Terima kasih untuk perhatian dan kerjasama selama perkuliahan Dasar Kesehatan Lingkungan. 

Semoga kalian diberikan rahmat kesehatan dan kejujuran dalam menjalani UAS. Salam Sukses, 

Download : 

  1. Materi Kesehatan Lingkungan 2015. Epidemiologi Lingkungan 
  2. Materi PSPV 2015. Pengomposan
  3. Materi PSPV 2015. Pengolahan Plastik
  4. Kisi-kisi UAS Dasar Kesehatan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Pengendalian Vektor

Bookmark and Share

Kamis, 04 Juni 2015

Materi MK. Dasar Kesehatan Lingkungan "Pencemaran Lingkungan" & "HACCP"

Bagi mahasiswa peserta MK. Dasar Kesehatan Lingkungan 2015 pada post kali ini Anda bisa menunduh dua buah file presentasi perkuliahan, sbb :

1. Download : Materi Pencemaran Lingkungan
Pada materi tersebut terdapat beberapa hal yang terkait dengan pencemaran lingkungan, misal pengertian baku mutu dan fungsinya, serta pengertian monitoring lingkungan serta cara pemantauan. Pada file tersebut saya juga memaparkan cara pemantauan proyek kecil penugasan pemantauan lingkungan, serta Format Laporan Pemantauan Lingkungan.

2. Download : Materi HACCP
Upaya pencegahan penyakit bawaan makanan atau foodborne disease dapat dicegah dengan menerapkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point. Pada materi tersebut saya paparkan tujuh prinsip HACCP dan salah satu contoh sederhana kajian HACCP. Sebagai pelengkap materi Anda dapat membaca salah satu buku Pengantar HACCP berjudul "HACCP Sekilas Pandang" oleh Sara Mortimore & Carol Wallace (Penerbit Buku Kedokteran / EGC)

Salam sehat dan semangat,


Bookmark and Share

Rabu, 13 Mei 2015

Format Laporan , Lembar Observasi TPS. Kota Yogyakarta, TPA. Piyungan, IPAL Sewon, IPAL RS Sardjito

Sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa maka Prodi S1-Kesehatan Masyarakat UNRIYO menambahkan kunjungan lapangan pada beberapa mata kuliah, diantaranya adalah mata kuliah Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor dan mata kuliah Sanitasi Limbah.

Pada kedua mata kuliah mata kuliah tersebut ada beberapa lokasi kunjungan lapangan bagi mahasiswa, misal untuk Pengelolaan Sampah mahasiswa akan melakukan ke TPS Kota Yogyakarta untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan sampah dari sumber sampah ke TPS.

Sebagai tugas kunjungan lapangan mata kuliah tersebut maka mahasiswa diharapkan mengumpulkan lembar observasi dan laporan.

Lembar observasi dilakukan secara individual dan laporan dikerjakan secara kelompok (max. 3 mahasiswa / kelompok)
Pengumpulan laporan dan lembar observasi paling lambat Jumat, 5 Juni 2015

Kriteria tentang penulisan, sampul, dan format dapat anda download melalui link di bawah ini.


Download : 

  1. Format Laporan Kunjungan Lapangan MK. Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor & Lembar Observasi (TPS. Kota Yogyakarta dan TPA. Piyungan) 
  2. Format Laporan Kunjungan Lapangan MK. Sanitasi Limbah & Lembar Observasi (IPAL Sewon Bantul dan IPAL RS. Sardjito)

Bookmark and Share

Materi MK. PSPV : Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Sampah

Pengelolaan sampah terencana dan terpadu sangat dibutuhkan dalam masyarakat, bahkan dalam lingkup masyarakat paling kecil sekalipun.
Perencanaan pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih baik apabila kita mengetahui tentang timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah yang dihasilkan di sumber sampah. Selanjutnya, sumber sampah tergantung dari beberapa faktor, misal : tingkat ekonomi, letak geografis, dll.
Sebagai gambaran masyarakat daerah pedesaan yang didominasi oleh pekerjaan yang seragam yaitu sebagai petani memiliki timbula, komposisi, dan karakteristik yang berbeda dengan masyarakat perkotaan dengan pekerjaan kantor dan industri.

Download Materi :

Pengertian Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Sampah
Bookmark and Share

Kamis, 02 April 2015

MK.Sanitasi Limbah - Limbah dan Pencemaran

Keberadaan limbah erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan. Berdasarkan asalnya limbah dibagi menjadi dua yaitu antropogenik dan biogenik. Limbah antropogenik adalah limbah yang berasal dari kegiatan manusia, misalnya : limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, limbah pariwisata. Limbah biogenik adalah limbah yang berasal alam, misalnya : kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, tsunami.
Berdasarkan wujudnya limbah dibedakan menjadi tiga yaitu limbah padat, limbah cair, limbah gas. Limbah akan berakibat pada pencemaran lingkungan udara, air, dan tanah

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejadian terkini, maka mahasiswa mendapatkan tugas berupa Ulasan Video Pencemaran dan Ulasan Jurnal Penelitian.
Proses pembahasan video pencemaran dan jurnal penelitian dilakukan dengan proses diskusi, untuk penilaian pemahaman, keaktifan, kemampuan menganalisa, dan kemampuan berkomunikasi.  


Bookmark and Share

MK.Sanitasi Limbah : (Dasar Hukum Pengelolaan Limbah)

Dalam upaya preventif dan promotif maka pemerintah Indonesia memberikan kebijakan berupa Pengembangan Peraturan dengan strategi, sebagai berikut : 

  1. Penyusunan peraturan perundangan
  2. Penyebarluasan/sosialisasi peraturan perundangan
  3. Fasilitasi penyusunan peraturan kepada Pemerintah Daerah

Peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah terkait dengan Pengelolaan Limbah dalam hal ini limbah cair domestik dan sampah, yaitu :

  1. Undang-undang
  • UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
  • UU No.7/2004 Tentang Sumber Daya Air
  • UU No. 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

     2.  Peraturan Pemerintah

  • Peraturan Pemerintah 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  • Peraturan Pemerintah 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
  • Peraturan Pemerintah 16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum  
    3. Keputusan Menteri
        Terkait dengan pengelolaan limbah ada beberapa Kementrian yang turut terlibat, yaitu         Kementrian Kesehatan, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Pekerjaan Umum

Download :

Senin, 16 Maret 2015

MMK. Sanitasi Limbah (Limbah & Karakteristiknya)

Limbah merupakan sisa / buangan aktivitas manusia dalam bentuk padat, cair, dan gas. Dampak limbah bagi kesehatan masyarakat bisa secara langsung dan tidak langsung. Bahaya secara langsung dapat terjadi apabila terjadi kontak langsung antara manusia dengan pencemar / limbah melalui mulut, udara, atau kulit. Sedangkan dampak secara tidak langsung dapat dialami oleh masyarakat apabila terjadi akumulasi bahan pencemar dalam limbah ke dalam makanan, air, bahkan udara. 

Oleh karena, limbah hasil kegiatan manusia harus diolah terlebih dahulu agar tidak menimbulkan efek negative bagi lingkungan dan masyarakat. Peningkatan ekonomi dan penduduk secara tidak langsung memicu peningkatan limbah dalam lingkungan air, udara, maupun tanah. Masalah terkait dengan limbah tersebut telah banyak dibahas berbagai jurnal penelitian.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dianggap penting bagi kita para akademisi untuk lebih mendalami jurnal penelitian sebagai salah satu media pembelajaran yang memiliki isu terkini. Oleh karena itu dalam pertemuan III dalam Mata Kuliah Sanitasi Limbah 2015, saya memberikan tugas kepada para mahasiswa untuk mendiskusikan Bahasan : Jenis Limbah dan Hubungan Limbah dengan Pencemaran melalui media jurnal. Tahapan dalam penugasan ini, sebagai berikut : 
  1. Membagi kelompok mahasiswa dalam 3-4 orang per kelompok
  2. Pada mahasiswa melakukan konsultasi jurnal kepada Dosen Mata Kuliah paling lambat sehari sebelum perkuliahan. Tahapan ini bertujuan supaya tidak ada kesamaan jurnal antara kelompok satu dengan yang lain, dan mahasiswa mampu memilih jurnal yang baik.
  3. Melalui jurnal tersebut mahasiswa membahas tentang topik (1) Jenis dan Karakteristik Limbah, (2) Hubungan Limbah dengan Pencemaran Lingkungan
Download :


Bookmark and Share

Rabu, 05 November 2014

MK. Dasar Kesehatan Lingkungan : Karakteristik Sampah; Pengelolaan Sampah

Sumber-sumber sampah yang ada di lingkungan, antara lain :


  1. Pemukiman penduduk Sampah; di suatu pemukiman biasanya dihasilkan oleh satu atau beberapa keluarga yang tinggal dalam suatu bangunan atau asrama yang terdapat di desa atau di kota. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya sisa makanan dan bahan sisa proses pengolahan makanan atau sampah basah (garbage), sampah kering (rubbsih), perabotan rumah tangga, abu atau sisa tumbuhan kebun. (Dainur, 1995)
  2. Tempat umum dan tempat perdagangan; Tempat umum adalah tempat yang memungkinkan banyak orang berkumpul dan melakukan kegiatan termasuk juga tempat perdagangan. Jenis sampah yang dihasilkan dari tempat semacam itu dapat berupa sisa-sisa makanan (garbage), sampah kering, abu, sisa bangunan, sampah khusus, dan terkadang sampah berbahaya.
  3. Sarana layanan masyarakat milik pemerintah. Sarana layanan masyarakat yang dimaksud disini, antara lain, tempat hiburan dan umum, jalan umum, tempat parkir, tempat layanan kesehatan (misalnya rumah sakit dan puskesmas), kompleks militer, gedung pertemuan, pantai empat berlibur, dan sarana pemerintah lain. Tempat tersebut biasanya menghasilkan sampah khusus dan sampah kering.
  4. Industri berat dan ringan. Dalam pengertian ini termasuk industri makanan dan minuman, industri kayu, industri kimia, industri logam dan tempat pengolahan air kotor dan air minum,dan kegiatan industri lainnya, baik yang sifatnya distributif atau memproses bahan mentah saja. Sampah yang dihasilkan dari tempat ini biasanya sampah basah, sampah kering, sisa-sisa bangunan, sampah khusus dan sampah berbahaya.
  5. Pertanian.  Sampah dihasilkan dari tanaman dan binatang. Lokasi pertanian seperti kebun, ladang ataupun sawah menghasilkan sampah berupa bahan-bahan makanan yang telah membusuk, sampah pertanian, pupuk, maupun bahan pembasmi serangga tanaman (Chandra, 2007).

Pengelolaan Sampah Padat Ada beberapa tahapan di dalam pengelolaan sampah padat yang baik, diantaranya : 

  1. Tahap pengumpulan dan penyimpanan di tempat sumber Sampah yang ada dilokasi sumber (kantor, rumah tangga, hotel dan sebagainya) ditempatkan dalam tempat penyimpanan sementara, dalam hal ini tempat sampah. Sampah basah dan sampah kering sebaiknya dikumpulkan dalam tempat yang terpisah untuk memudahkan pemusnahannya. Adapun tempat penyimpanan sementara (tempat sampah) yang digunakan harus memenuhi persyaratan berikut berikut ini : 

  • Konstruksi harus kuat dan tidak mudah bocor 
  • Memiliki tutup dan mudah dibuka tanpa mengotori tangan
  • Ukuran sesuai sehingga mudah diangkut oleh satu orang. 
Dari tempat penyimpanan ini, sampah dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam dipo (rumah sampah). Dipo ini berbentuk bak besar yang digunakan untuk menampung sampah rumah tangga. Pengelolaanya dapat diserahkan pada pihak pemerintah. 

Untuk membangun suatu dipo, ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi,diantaranya 

  1. Dibangun di atas permukaan tanah dengan ketinggian bangunan setinggi kendaraan pengangkut sampah.
  2. Memiliki dua pintu, pintu masuk dan pintu untuk mengambil sampah. 
  3. Memiliki lubang ventilasi yang tertutup kawat halus untuk mencegah lalat dan binatang lain masuk ke dalam dipo.
  4. Ada kran air untuk membersihkan 
  5. Tidak menjadi tempat tinggal atau sarang lalat atau tikus. 
  6. Mudah dijangkau masyarakat 

Download :


Bookmark and Share

Pertemuan 2 & 3 Pencemaran Lingkungan : Pencemaran Udara & Global Warming

Hipocrates (467-366 M), terjadinya penyakit berhubungan dengan perspektif lingkungan, yaitu air, udara, dan tanah.


Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia dan melampaui baku mutu udara yang telah ditetapkan, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukkan. 


Pencemaran udara diawali dari sumber emisi berupa (point source, line source, and area source) polutan udara yang dikeluarkan oleh sumber emisi diterima oleh atmosfer. Sebelum diterima oleh receptor (makhluk hidup / material)  polutan udara tersebut mengalami proses transformasi kimia (bagi polutan udara yang tidak stabil) dan pencampuran (mixing) selanjutnya polutan udara yang mengalami proses fotokimia/mixing tersebut mengalami dispersi dan diterima oleh receptor. Penilaian kualitas udara mencemari atau tidak secara kuantitatif berdasarkan standar Baku Mutu Kualitas Udara.

Salah satu polutan hasil fotokimia adalah CO / karbonmonoksida. Keberadaan CO akan mengakibatkan berbagai masalah bagi kesehatan manusia atau dampak yang lebih luas yaitu global warming.

Global warming atau pemanasan global akan mengakibatkan berbagai perubahan yang berhubungan dengan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Download :


Bookmark and Share

Pertemuan 6 TTG : Pengolahan Limbah Aerobik dan Anaerobik

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan air limbah adalah pemilihan  teknologi  pengolahan  air  limbah  yang  tepat. 

Banyak  contoh  sistem pengelolaan  air  limbah  yang  gagal  karena  pemilihan  teknologi yang  keliru.  Sebagian besar dari sistem yang gagal tersebut disebabkan karena pengelola mengalami kesulitan dalam pembiayaan operasional maupun pemeliharaan teknologi pengolahan air limbah yang dipilih. Pemilihan teknologi pengolahan air  limbah sebaiknya mengunakan anggapan bahwa air limbah adalah sumber daya, bukan sesuatu yang harus dibuang. 

Air  limbah harus dipandang sebagai sumber daya karena didalamnya terdapat 4 komponen, yaitu: air + energi + nutrien + peluang kerja. Air, yang merupakan komponen utama dari air limbah, bila telah diolah dan memenuhi standar akan dapat dipergunakan untuk irigasi ataupun usaha perikanan. Zat organik, yang merupakan polutan dalam air limbah, bila pengolahannya tepat akan dapat diubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Nutrien yang terdapat dalam air limbah juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pertanian. Sedangkan. Apabila tepat pemilihan teknologinya, pengelolaan air limbah akan memberikan peluang kerja yang tidak sedikit.

Secara umum,  terminologi  pengolahan  air  limbah  secara  alami  (natural  system)  yang akan  dibahas dalam makalah ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • sistem  pengolahan  limbah  secara  alami  bertujuan  untuk  memanfaatkan kembali nutrien, air dan energi yang terdapat pada air limbah, 
  • dalam pengolahan air limbah, yang diutamakan adalah proses penguraian secara  anaerobik  karena  tidak  memerlukan  penyediaan  oksigen  secara mekanis sehinga akan mengurangi biaya operasional, dan
  • apabila menggunakan proses aerobik untuk penguraian zat organik oksigen yang  disediakan  berasal  dari  proses  fotosintesis  maupun proses  re-aerasialami.

Beberapa metode pengolahan air  limbah yang memenuhi terminologi pengolahan air limbah secara alami yaitu: pengolahan air limbah dengan proses anaerobik,  kolam stabilisasi, rawa buatan dan kolam tumbuhan air.

Pengolahan air limbah secara anaerobik telah dikenal sejak hampir 2000 tahun yang lalu di India dan Cina dalam bentuk tangki penguraian untuk limbah kotoran hewan, proses ini cukup lama diabaikan sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah. Hal ini dikarenakan, proses anaerobik dianggap tidak efisien dan terlalu lambat untuk mengolah air  limbah yang semakin hari semakin bertambah banyak volumenya (Nayono, 2005). 

Semenjak terjadinya krisis energi dunia beberapa dekade lalu, pengolahan air limbah secara anaerobik diusahakan untuk dapat digunakan kembali. Sejak akhir tahun 1960-an, proses  pengolahan  limbah  secara  anaerobik  mulai  diteliti  secara  intensif sehingga sekarang  dapat  dipertimbangkan  sebagai  salah  satu  alternatif  pengolahan limbah selain teknologi dengan proses aerobik yang telah lama dikenal.

Download :


Bookmark and Share

Senin, 20 Oktober 2014

Pertemuan 1 Pencemaran Lingkungan : Kualitas Udara Dalam Ruangan

Kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality) merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian karena akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Menurut National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang dikutip oleh Depkes RI (2005), penyebab timbulnya masalah kualitas udara dalam ruangan pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu kurangnya ventilasi udara (52%), adanya sumber kontaminan didalam ruangan (16%), kontaminan dari luar ruangan (10%), mikroba (5%), bahan material bangunan (4%), lain-lain (13%).

Menurut Hasil pemeriksaan  The National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) yang dikutip oleh Mukono (2010), menyebutkan ada 5 sumber pencemaran di dalam ruangan yaitu :
  1. Pencemaran dari alat-alat di dalam gedung seperti asap rokok, pestisida, bahan-bahan pembersih ruangan.
  2. Pencemaran di luar gedung meliputi masuknya gas buangan kendaraan bermotor, gas dari cerobong asap atau dapur yang terletak di dekat gedung, dimana semuanya dapat terjadi akibat penempatan lokasi lubang udara yang tidak tepat.
  3. Pencemaran akibat bahan bangunan meliputi pencemaran formaldehid, lem, asbes, fiberglass  dan bahan-bahan lain yang  merupakan komponen pembentuk gedung tersebut.
  4. Pencemaran akibat mikroba dapat berupa bakteri, jamur, protozoa dan produk mikroba lainnya yang dapat ditemukan di saluran udara dan alat pendingin beserta seluruh sistemnya.
  5. Gangguan ventilasi udara berupa kurangnya udara segar yang masuk, serta buruknya distribusi udara dan kurangnya perawatan sistem ventilasi udara.


Download : 

Bookmark and Share

Pertemuan 5 TTG : Teknologi Penurunan Kadar Fe dan Mn

Krisis air bersih di Indonesia diperkirakan akan semakin parah seiring masifnya ketidakseimbangan kebutuhan dengan ketersediaan air bersih. Bahkan saat ini hanya 20% air bersih yang layak minum dan baru 15% masyarakat yang mengakses air dari pengelolaan air. Sisanya memenuhi kebutuhan air sendiri (Suara Pembaruan, 2011). 

Sebagian besar masyarakat menggunakan sumur gali untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih. Berdasarkan observasi di masyarakat, diketahui kualitas fisik air sumur gali banyak yang berwarna kuning kecoklatan dan jika digunakan untuk mencuci pakaian akan meninggalkan noda, hal ini disebabkan kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) yang tinggi  

Besi atau mangan masuk ke dalam air oleh karena reaksi biologis pada kondisi reduksi atau anaerobik (tanpa oksigen). Jika air yang mengandung besi atau mangan dibiarkan terkena udara atau oksigen maka reaksi oksidasi besi atau mangan akan timbul dengan lambat dan membentuk endapan atau gumpalan koloid dari oksida besi atau oksida mangan yang tidak diharapkan. Endapan koloid ini akan menempel atau tertinggal dalam sistem perpipaan, menyebabkan noda pada cucian pakaian, serta dapat menyebabkan masalah pada sistem pipa distribusi disebabkan karena dapat menyokong tumbuhnya mikroorganisme seperti crenothrix dan clonothrix yang dapat menyumbat perpipaan serta dapat menimbulkan warna dan bau yang tidak enak. 

Standar kualitas air minum di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010 menetapkan kadar zat besi di dalam air minum yang diperbolehkan maksimum 0,3 mg/l dan kadar mangan maksimum yang diperbolehkan 0,4 mg/l.

Materi Pertemuan 5 TTG : Teknologi Penurunan Kadar Fe dan Mn


Bookmark and Share

Pertemuan 1 Dasar Kesling : Limbah dan Pengolahannya

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/1999 Jo.PP 85/1999, limbah didefinisikan sebagai sisa/buangan dari suatu usaha atau kegiatan manusia. hampir semua kegiatan manusia menghasilkan limbah, limbah yang dihasilkan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Ketika jumlah limbah melebihi jumlah atau konsentrasi tertentu, maka limbah akan berdampak negatif bagi lingkungan.

UU RI No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup mendefinisikan baku mutu lingkungan sebagai ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. Dengan kata lain, baku mutu lingkungan adalah ambang batas atau batas kadar maksimum suatu zat atau komponen yang diperbolehkan berada di lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif. Jenis limbah yang berbeda dapat memiliki baku mutu yang berbeda di lingkungan.

Berdasarkan jenisnya limbah dibedakan menjadi limbah organik dan limbah anorganik.
Selanjutnya berdasarkan sumbernya limbah dibedakan menjadi limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah pertambangan
Pembagian limbah berdasarkan wujudnya dibedakan menjadi limbah cair, gas, dan padat


Bookmark and Share

Kamis, 09 Oktober 2014

Materi 3 AMDAL : Jenis dan Tahapan AMDAL

AMDAL berguna bagi beberapa pihak pemangku kepentingan, antara lain : 
1. Bagi pemerintah, AMDAL bermanfaat untuk: 

  • Mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemborosan sumberdaya alam secara lebih luas.
  • Menghindari timbulnya konflik dengan masyarakat dan kegiatan lain di sekitarnya. 
  • Menjaga agar pelaksanaanpembangunan tetap sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  • Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup. 
  • Bahan bagi rencana pengembangan wilayah dan tata ruang. 
2. Bagi pemrakarsa, AMDALbermanfaat untuk : 


  • Menjamin keberlangsungan usaha dan/atau kegiatan karena adanya proporsi aspek ekonomis, teknis dan lingkungan.
  • Menghemat dalam pemanfaatan sumber daya (modal, bahan baku, energi).
  • Dapat menjadi referensi dalam proses kredit perbankan.
  • Memberikan panduan untuk menjalin interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar sehingga terhindar dari konflik sosial yang saling merugikan.
  • Sebagai bukti ketaatan hukum, seperti perijinan. 
3. Bagi masyarakat, AMDAL bermanfaat untuk :


  • Mengetahui sejak dini dampak positif dan negatif akibat adanya suatu kegiatan sehingga dapat menghindari terjadinya dampak negatif dan dapat memperoleh dampak positif dari kegiatan tersebut. 
  • Melaksanakan kontrol terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan pemrakarsa kegiatan, sehingga kepentingankedua belahpihak saling dihormati dandilindungi.
  • Terlibat dalam proses pengambilan keputusan terhadap rencana pembangunan yang mempunyai pengaruh terhadap nasib dan kepentingan mereka.
salam,



Bookmark and Share

Selasa, 07 Oktober 2014

Pertemuan 4 TTG : Penjernihan Air dengan Biji Kelor (Moringa oleifera)

Lebih baik melindungi dan menggunakan sumber air yang aman, seperti mata air atau sumur yang dilindungi daripada harus membersihkan dan menggunakan air dari sumber yang sudah terkontaminasi, seperti sungai atau kubangan.

Tetapi air dari sumber mana pun perlu dibersihkan jika air itu sudah terkontaminasi, atau jika orang menolak meminumnya karena warna atau rasanya, atau jika air itu diangkut atau disimpan di rumah . (Air dari pipa, tangki, dan sumur-sumur juga perlu dibersihkan sebelum diminum, jika sudah terkontaminasi)

Metode yang Anda pilih akan tergantung pada berapa banyak air yang dibutuhkan, jenis kontaminasi yang ditemukan, bagaimana cara menyimpana, dan sumberdaya apa yang Anda miliki . Apa pun caranya, yang terbaik adalah mendiamkan dulu air itu baru dituang ke wadah lainnya, atau menyaringnya dulu sebelum kuman-kuman dibasmi (desinfektan). Cara ini akan membuang endapannya (partikel kotoran) dengan menyingkirkan endapannya maka proses pembasmian kuman jadi lebih mmudah dan lebih efektif.

Metode yang ditunjukkan di sini tidak membuat air aman dari bahan kimia beracun . Air yang mengandung bahan kimia beracun tidak pernah aman untuk minum, mandi, atau mencuci pakaian karena akan menyebabkan kanker, ruam kulit, keguguran, atau gangguan kesehatan lainnya. 

Salah satu metode penjernihan air yang aman dan mudah adalah penggunaan biji kelor sebagai bio-koagulan.

Salam,

Download :


Bookmark and Share

Minggu, 28 September 2014

Pertemuan 2 AMDAL : Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam AMDAL

Secara umum kegunaan Amdal adalah : Memberikan informasi secara jelas mengenai suatu rencana usaha, berikut dampak-dampak lingkungan yang akan ditimbulkannya.

  1. Menampung aspirasi, pengetahuan dan pendapat penduduk khususnya dalam masalah lingkungan, dengan akan didirikannya rencana usaha tersebut.
  2. Menampung informasi setempat yang berguna bagi pemrakarsa dan masyarakat dalam mengantisipasi dampak dan mengelola lingkungan.
  3. Melalui partisipasi masyarakat dalam proses Amdal, diharapkan di masa mendatang masyarakat juga akan turut serta secara aktif dalam pengambilan keputusan mengenai kelayakan lingkungan suatu rencana usaha dan atau kegiatan.

Amdal bermanfaat untuk : 

  1. Memprediksi dampak proyek terhadap lingkungan. 
  2. Mencari jalan untuk mengurangi dampak negatif dan membuat proyek tepat lingkungan.
  3. Menyajikan hasil prediksi serta alternatif-alternatif bagi pembuat keputusan. 
Hampir semua proyek-proyek pembangunan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Proyek -proyek pembangunan yang secara nyata dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan antara lain : 
  • Kegiatan penggunaan dan transformasi lahan: proyek transmigrasi, irigasi, pembuatan perkebunan, tambak udang dll.
  • Kegiatan pengambilan sumberdaya alam : pertambangan (emas, batubara, tembaga dll.), eksploitasi hutan (HPH).
  • Kegiatan pembinaan sumberdaya alam : Reklamasi lahan, reboisasi hutan, pengendalian banjir.
  • Kegiatan pertanian : pencetakan sawah, peternakan, perikanan (kolam, air deras), perkebunan.
  • Kegiatan industri : pendirian pabrik pupuk, semen, tapioka, mobil, kertas, baja, makanan ternak.
  • Kegiatan transportasi : pembuatan jalan baru seperti jalan tol dan jalan layang, pembuatan pelabuhan baik udara, ferry, perikanan, dan sebagainya.
  • Kegiatan pengadaan energi : pembuatan PLTA, PLTU, PLTD, PLTN, dll. h. Kegiatan pariwisata : pembuatan tempat rekreasi, lapangan golf, taman hiburan, dll. 
Secara rinci pemerintah telah mengeluarkan suatu keputusan tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012.

Download :
Salam,



Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...