Tampilkan postingan dengan label limbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label limbah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2015

Format Laporan , Lembar Observasi TPS. Kota Yogyakarta, TPA. Piyungan, IPAL Sewon, IPAL RS Sardjito

Sebagai upaya untuk memperluas wawasan mahasiswa maka Prodi S1-Kesehatan Masyarakat UNRIYO menambahkan kunjungan lapangan pada beberapa mata kuliah, diantaranya adalah mata kuliah Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor dan mata kuliah Sanitasi Limbah.

Pada kedua mata kuliah mata kuliah tersebut ada beberapa lokasi kunjungan lapangan bagi mahasiswa, misal untuk Pengelolaan Sampah mahasiswa akan melakukan ke TPS Kota Yogyakarta untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan sampah dari sumber sampah ke TPS.

Sebagai tugas kunjungan lapangan mata kuliah tersebut maka mahasiswa diharapkan mengumpulkan lembar observasi dan laporan.

Lembar observasi dilakukan secara individual dan laporan dikerjakan secara kelompok (max. 3 mahasiswa / kelompok)
Pengumpulan laporan dan lembar observasi paling lambat Jumat, 5 Juni 2015

Kriteria tentang penulisan, sampul, dan format dapat anda download melalui link di bawah ini.


Download : 

  1. Format Laporan Kunjungan Lapangan MK. Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor & Lembar Observasi (TPS. Kota Yogyakarta dan TPA. Piyungan) 
  2. Format Laporan Kunjungan Lapangan MK. Sanitasi Limbah & Lembar Observasi (IPAL Sewon Bantul dan IPAL RS. Sardjito)

Bookmark and Share

Materi MK. PSPV : Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Sampah

Pengelolaan sampah terencana dan terpadu sangat dibutuhkan dalam masyarakat, bahkan dalam lingkup masyarakat paling kecil sekalipun.
Perencanaan pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih baik apabila kita mengetahui tentang timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah yang dihasilkan di sumber sampah. Selanjutnya, sumber sampah tergantung dari beberapa faktor, misal : tingkat ekonomi, letak geografis, dll.
Sebagai gambaran masyarakat daerah pedesaan yang didominasi oleh pekerjaan yang seragam yaitu sebagai petani memiliki timbula, komposisi, dan karakteristik yang berbeda dengan masyarakat perkotaan dengan pekerjaan kantor dan industri.

Download Materi :

Pengertian Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Sampah
Bookmark and Share

Selasa, 21 April 2015

Kisi-Kisi Mid Semester PSPV dan Sanitasi Limbah



Kisi-kisi Ujian Tengah Semester untuk Mata Kuliah Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor & Mata Kuliah Sanitasi Limbah dapat didownload pada file di bawah ini. 

  1. MK. Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor soal akan disusun oleh Sukismanto, SKM, MPH dan E. Deta Lustiyati, S.Pd.Si, M.Si, pada file kisi-kisi saya memberikan khusus untuk soal yang saya susun (terdiri dari 10 soal pilihan ganda)
  2. MK. Sanitasi Limbah disusun oleh saya,  terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian. 

selanjutnya untuk materi MK. Pengelolaan Sampah Pengendalian Vektor dan MK. Sanitasi Limbah bisa didownload pada posting blog saya sebelumnya.
Terima kasih untuk perhatian dan kerjasamanya.
Selamat menjalani Ujian Tengah Semester. Jaga kesehatan dan Semoga Sukses.

Download : Kisi-kisi Mid Semester PSPV dan Sanitasi Limbah

Bookmark and Share

Kamis, 02 April 2015

MK.Sanitasi Limbah - Limbah dan Pencemaran

Keberadaan limbah erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan. Berdasarkan asalnya limbah dibagi menjadi dua yaitu antropogenik dan biogenik. Limbah antropogenik adalah limbah yang berasal dari kegiatan manusia, misalnya : limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, limbah pariwisata. Limbah biogenik adalah limbah yang berasal alam, misalnya : kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, tsunami.
Berdasarkan wujudnya limbah dibedakan menjadi tiga yaitu limbah padat, limbah cair, limbah gas. Limbah akan berakibat pada pencemaran lingkungan udara, air, dan tanah

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejadian terkini, maka mahasiswa mendapatkan tugas berupa Ulasan Video Pencemaran dan Ulasan Jurnal Penelitian.
Proses pembahasan video pencemaran dan jurnal penelitian dilakukan dengan proses diskusi, untuk penilaian pemahaman, keaktifan, kemampuan menganalisa, dan kemampuan berkomunikasi.  


Bookmark and Share

MK.Sanitasi Limbah : (Dasar Hukum Pengelolaan Limbah)

Dalam upaya preventif dan promotif maka pemerintah Indonesia memberikan kebijakan berupa Pengembangan Peraturan dengan strategi, sebagai berikut : 

  1. Penyusunan peraturan perundangan
  2. Penyebarluasan/sosialisasi peraturan perundangan
  3. Fasilitasi penyusunan peraturan kepada Pemerintah Daerah

Peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah terkait dengan Pengelolaan Limbah dalam hal ini limbah cair domestik dan sampah, yaitu :

  1. Undang-undang
  • UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
  • UU No.7/2004 Tentang Sumber Daya Air
  • UU No. 32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

     2.  Peraturan Pemerintah

  • Peraturan Pemerintah 27/1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  • Peraturan Pemerintah 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan
  • Peraturan Pemerintah 16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum  
    3. Keputusan Menteri
        Terkait dengan pengelolaan limbah ada beberapa Kementrian yang turut terlibat, yaitu         Kementrian Kesehatan, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Pekerjaan Umum

Download :

Senin, 16 Maret 2015

MMK. Sanitasi Limbah (Limbah & Karakteristiknya)

Limbah merupakan sisa / buangan aktivitas manusia dalam bentuk padat, cair, dan gas. Dampak limbah bagi kesehatan masyarakat bisa secara langsung dan tidak langsung. Bahaya secara langsung dapat terjadi apabila terjadi kontak langsung antara manusia dengan pencemar / limbah melalui mulut, udara, atau kulit. Sedangkan dampak secara tidak langsung dapat dialami oleh masyarakat apabila terjadi akumulasi bahan pencemar dalam limbah ke dalam makanan, air, bahkan udara. 

Oleh karena, limbah hasil kegiatan manusia harus diolah terlebih dahulu agar tidak menimbulkan efek negative bagi lingkungan dan masyarakat. Peningkatan ekonomi dan penduduk secara tidak langsung memicu peningkatan limbah dalam lingkungan air, udara, maupun tanah. Masalah terkait dengan limbah tersebut telah banyak dibahas berbagai jurnal penelitian.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka dianggap penting bagi kita para akademisi untuk lebih mendalami jurnal penelitian sebagai salah satu media pembelajaran yang memiliki isu terkini. Oleh karena itu dalam pertemuan III dalam Mata Kuliah Sanitasi Limbah 2015, saya memberikan tugas kepada para mahasiswa untuk mendiskusikan Bahasan : Jenis Limbah dan Hubungan Limbah dengan Pencemaran melalui media jurnal. Tahapan dalam penugasan ini, sebagai berikut : 
  1. Membagi kelompok mahasiswa dalam 3-4 orang per kelompok
  2. Pada mahasiswa melakukan konsultasi jurnal kepada Dosen Mata Kuliah paling lambat sehari sebelum perkuliahan. Tahapan ini bertujuan supaya tidak ada kesamaan jurnal antara kelompok satu dengan yang lain, dan mahasiswa mampu memilih jurnal yang baik.
  3. Melalui jurnal tersebut mahasiswa membahas tentang topik (1) Jenis dan Karakteristik Limbah, (2) Hubungan Limbah dengan Pencemaran Lingkungan
Download :


Bookmark and Share

Rabu, 11 Maret 2015

MK. Sanitasi Limbah (Pengantar Sanitasi Limbah)

Keadaan sanitasi di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Data WHO, akhir tahun 2014 dikutip dari Kementrian Koordinator Kesehjateraan Rakyat, negara Indonesia berada pada peringkat III (ketiga) di dunia. Dalam hal ini, peran tenaga Kesehatan Masyarakat sangat dibutuhkan. 

Sanitasi dalam hal ini mencakup menjaga higienitas pembuangan limbah cair domestic dan pengelolaan sampah. Berkaitan dengan isu tersebut, maka dalam kuliah pengantar Sanitasi Limbah kali ini, saya sebagai dosen pengampu mengharapkan mahasiswa peserta Mata Kuliah Sanitasi Limbah mengetahui tentang keadaan sanitasi limbah di daerah tempat tinggal mereka, salah satunya dengan menyusun makalah yang berisi tentang fakta dan pendapat mereka tentang upaya sanitasi limbah di daerah mereka.

Deskripsi tugas Mata Kuliah Sanitasi Limbah Pertemuan I :
Bab I. Keadaan sanitasi (data dan artikel) Mahasiswa menjelaskan tentang sanitasi limbah di daerah mereka masing-masing dengan ruang lingkup sanitasi, sebagai berikut : 
  • Pengelolaan limbah cair domestic
  • Pengelolaan sampah
  • Drainease lingkungan
  • Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Sebagai contoh kasus Mahasiswa A akan membahas tentang pengelolaan limbah domestik di Kab. Pemalang. Maka Bab I berisi tentang : 
  1. Berapa persenkah daerah / jumlah penduduk yang telah membangun sarana pengelolaan limbah ? Bagaiman jenis pengolahan limbah yang dilakukan ? dll
  2. Mahasiswa melampirkan data / artikel kliping tersebut di halaman lampiran. 
Bab II. Program pemerintah daerah Mahasiswa menjelaskan tentang program pemerintah terkait dengan penanganan limbah di daerah tempat tinggal masing-masing. Contoh : 
  1. Fakta berupa data / artikel kliping koran yang berisi tentang pengelolaan limbah domestic yang telah dilakukan di Kab. Pemalang ? Apakah ada pembangunan saluran limbah? Kapan dilakukan? Area pengolahan mana saja? Berapa panjang saluran tsb?dll
  2. Mahasiswa melampirkan data / artikel kliping tersebut di halaman lampiran. 
Bab III. Sanitasi berbasis masyarakat (Anda sarankan)
  1. Apakah pengertian sanitasi berbasis masyarakat ?
  2. Contoh jenis-jenis program sanitasi berbasis masyarakat ?
  3. Pilihlah salah satu jenis program sanitasi berbasis masyarakat yang menurut Anda tepat bagi daerah Anda ? jelaskan alasan Anda.
Bagi mahasiswa yang membutuhkan download Materi Kuliah Sanitasi Limbah pada pertemuan tgl 4 Maret 2015 . Berikut adalah link download :





Bookmark and Share

Rabu, 05 November 2014

Pertemuan 6 TTG : Pengolahan Limbah Aerobik dan Anaerobik

Salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan air limbah adalah pemilihan  teknologi  pengolahan  air  limbah  yang  tepat. 

Banyak  contoh  sistem pengelolaan  air  limbah  yang  gagal  karena  pemilihan  teknologi yang  keliru.  Sebagian besar dari sistem yang gagal tersebut disebabkan karena pengelola mengalami kesulitan dalam pembiayaan operasional maupun pemeliharaan teknologi pengolahan air limbah yang dipilih. Pemilihan teknologi pengolahan air  limbah sebaiknya mengunakan anggapan bahwa air limbah adalah sumber daya, bukan sesuatu yang harus dibuang. 

Air  limbah harus dipandang sebagai sumber daya karena didalamnya terdapat 4 komponen, yaitu: air + energi + nutrien + peluang kerja. Air, yang merupakan komponen utama dari air limbah, bila telah diolah dan memenuhi standar akan dapat dipergunakan untuk irigasi ataupun usaha perikanan. Zat organik, yang merupakan polutan dalam air limbah, bila pengolahannya tepat akan dapat diubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Nutrien yang terdapat dalam air limbah juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pertanian. Sedangkan. Apabila tepat pemilihan teknologinya, pengelolaan air limbah akan memberikan peluang kerja yang tidak sedikit.

Secara umum,  terminologi  pengolahan  air  limbah  secara  alami  (natural  system)  yang akan  dibahas dalam makalah ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
  • sistem  pengolahan  limbah  secara  alami  bertujuan  untuk  memanfaatkan kembali nutrien, air dan energi yang terdapat pada air limbah, 
  • dalam pengolahan air limbah, yang diutamakan adalah proses penguraian secara  anaerobik  karena  tidak  memerlukan  penyediaan  oksigen  secara mekanis sehinga akan mengurangi biaya operasional, dan
  • apabila menggunakan proses aerobik untuk penguraian zat organik oksigen yang  disediakan  berasal  dari  proses  fotosintesis  maupun proses  re-aerasialami.

Beberapa metode pengolahan air  limbah yang memenuhi terminologi pengolahan air limbah secara alami yaitu: pengolahan air limbah dengan proses anaerobik,  kolam stabilisasi, rawa buatan dan kolam tumbuhan air.

Pengolahan air limbah secara anaerobik telah dikenal sejak hampir 2000 tahun yang lalu di India dan Cina dalam bentuk tangki penguraian untuk limbah kotoran hewan, proses ini cukup lama diabaikan sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah. Hal ini dikarenakan, proses anaerobik dianggap tidak efisien dan terlalu lambat untuk mengolah air  limbah yang semakin hari semakin bertambah banyak volumenya (Nayono, 2005). 

Semenjak terjadinya krisis energi dunia beberapa dekade lalu, pengolahan air limbah secara anaerobik diusahakan untuk dapat digunakan kembali. Sejak akhir tahun 1960-an, proses  pengolahan  limbah  secara  anaerobik  mulai  diteliti  secara  intensif sehingga sekarang  dapat  dipertimbangkan  sebagai  salah  satu  alternatif  pengolahan limbah selain teknologi dengan proses aerobik yang telah lama dikenal.

Download :


Bookmark and Share

Selasa, 07 Oktober 2014

Pertemuan 4 TTG : Penjernihan Air dengan Biji Kelor (Moringa oleifera)

Lebih baik melindungi dan menggunakan sumber air yang aman, seperti mata air atau sumur yang dilindungi daripada harus membersihkan dan menggunakan air dari sumber yang sudah terkontaminasi, seperti sungai atau kubangan.

Tetapi air dari sumber mana pun perlu dibersihkan jika air itu sudah terkontaminasi, atau jika orang menolak meminumnya karena warna atau rasanya, atau jika air itu diangkut atau disimpan di rumah . (Air dari pipa, tangki, dan sumur-sumur juga perlu dibersihkan sebelum diminum, jika sudah terkontaminasi)

Metode yang Anda pilih akan tergantung pada berapa banyak air yang dibutuhkan, jenis kontaminasi yang ditemukan, bagaimana cara menyimpana, dan sumberdaya apa yang Anda miliki . Apa pun caranya, yang terbaik adalah mendiamkan dulu air itu baru dituang ke wadah lainnya, atau menyaringnya dulu sebelum kuman-kuman dibasmi (desinfektan). Cara ini akan membuang endapannya (partikel kotoran) dengan menyingkirkan endapannya maka proses pembasmian kuman jadi lebih mmudah dan lebih efektif.

Metode yang ditunjukkan di sini tidak membuat air aman dari bahan kimia beracun . Air yang mengandung bahan kimia beracun tidak pernah aman untuk minum, mandi, atau mencuci pakaian karena akan menyebabkan kanker, ruam kulit, keguguran, atau gangguan kesehatan lainnya. 

Salah satu metode penjernihan air yang aman dan mudah adalah penggunaan biji kelor sebagai bio-koagulan.

Salam,

Download :


Bookmark and Share

Senin, 16 Desember 2013

Materi Kuliah : Teknologi Tepat Guna Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO

Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat pada semester V. Melalui mata kuliah TTG mahasiswa dapat memahami, menciptakan, mempromosikan, dan memasarkan teknologi tepat guna dalam kesehatan, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat. 

Berkaitan dengan hal tersebut makan dalam mata kuliah TTG mahasiswa selain mendapatkan teori melalui proses pembelajaran di dalam kelas, mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan kuliah lapangan dengan berkunjung, mengamati,serta berdiskusi secara langsung dengan pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam praktik teknologi tepat guna di masyarakat. 

Berikut adalah materi kuliah TTG Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO Tahun Ajaran 2013/2014. 
  1. TTG Pengolahan Limbah Rumah Tangga Biofilter Anaerob dan Aerob 
  2. TTG Jamban dan Pengolahan Tinja 
  3. TTG Panen Air Hujan 
  4. TTG Pengendalian Pencemaran Udara 
  5. TTG Pengolahan Limbah Cair Domestik


 salam berbagi ^_^ 

 
Bookmark and Share

Selasa, 03 Desember 2013

Sistem Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga Secara Individual (on site treatment)

Limbah adalah semua benda yang berbentuk padat (solid waste), cair (liquid wastes), maupun gas (gaseous waste), merupakan bahan buangan yang berasal dari aktivitas manusia secara perorangan maupun hasil aktivitas kegiatan lainnya diantaranya industri, rumah sakit, laboratorium, reactor nuklir, dll. 

Menurut Willgooso (1979) air limbah adalah wastewater is water carrying wastes from homes, business, and industries that is mixture of water and dissolved or suspended solids. Menurut EPA (1977) wastewater is water carrying dissolved or suspended solids  from homes, farms, businesses, and industries

Ada beberapa jenis limbah di antaranya : 
  1. Limbah rumah tangga (domestic wastes) Limbah yang berasal dari aktivitas manusia secara perseorangan yaitu berupa hasil kegiatan pencucian pakaian, pencucian sayr, alat makan / minum, limbah kamar mandi, sampah dapur.
  2. Limbah industri (industrial wastes) merupakan limbah hasil kegiatan industri, terdiri dari limbah air panas, proses pencucian bahan mentah, proses pemurnian material, dan limbah produk.
  3. Limbah rumah sakit (hospital wastes). Limbah berbahaya dari rumah sakit, laboratorium, pembalut, bahan kimia/obat-obatn, bakteri penyakit, bahan radioaktif.
  4. Limbah perkotaan (municipal wastewater) hampir sama dengan limbah rumah tangga berupa sampah padat / cair. 
  5. Limbah nuklir (nuclear wastes) berasal dari air pendingin reaktor dan zat radioaktif. 
Sehubungan dengan peningkatan jumlah penduduk diiringi dengan jumlah pemukiman dan keterbatasan fasilitas pengolahan limbah domestik atau limbah rumah tangga menyebabkan permasalahan lingkungan. Khususnya dalam pencemaran air sungai dan air tanah dangkal. Salah satu solusi yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi adalah perkembangan pembangunan sistem pengolahan air limbah rumah tangga / kota secara individual (on site treatment)

Salah satu sistem pengolahan on site treatment adalah pengembangan biofilter an-aerob dan aerob skala Rumah Tangga (kapasitas 3 m3/hari dengan waktu tinggal antara 1-3 hari). Berdasarkan hasil ujicoba model (prototype) diperoleh hasil olahan sudah jernih dan efektif untuk menurunkan nilai BOD, COD, ammonia, pospat, dan detergen. 

Beikut adalah dokumen tentang prototype /model alat pengolah limbah domestik yang dikembangkan oleh BPPT.  Jika Anda membutuhkan untuk pengaplikasian atau pengkajian alat teknmologi tersebut, dokumen bisa Anda download melalui link berikut ini :


Salam,
 
Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...