Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapat dibedakan dalam : 

  • Efek aditif yakni pengaruh yang saling memperkuat akibat kombinasi dari dua zat kimia atau lebih. 
  • Efek sinergi yaitu suatu keadaan dimana pengaruh gabungan dari dua zat kimia jauh lebih besar dari jumlah masing-masing efek bahan kimia. 
  • Potensiasi yaitu apabila suatu zat yg seharusnya tidak memiliki efek toksik akan tetapi apabila zat ini ditambahkan pada zat kimia lain maka akan mengakibatkan zat kimia lain tersebut menjadi lebih toksik. 
  • Efek antagonis yakni apabila dua zat kimia yg diberikan bersamaan, maka zat kimia yg satu akan melawan efek zat kimia yg lain.

Bookmark and Share

Toksikologi Industri 2018

Tujuan Mata Kuliah Toksikologi Industri sebagai berikut :

  1. Memahami pengertian dan konsep dasar toksikologi industry
  2. Memahami klasifikasi toksikan berdasarkan jenis, sumber, dan daya racun.
  3. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kerja zat toksik
  4. Memahami tentang kisaran dosis, dosis respon, dosis letal dan subletal, dan LD50
  5. Memahami interaksi zat dalam fase eksposisi, toksokinetik, toksodinamik dan efek biologis zat toksik
  6. Memahami nasib senyawa pencemar di lingkungan biotis dan abiotis
  7. Memahami tentang pencemaran perairan (sumber, dampak, dan penilaian)
  8. Memahami tentang bioindikator dan biomonitoring
  9. Memahami pencemaran udara (sumber, dampak, dan pengaruh terhadap lingkungan) pada polutan CO, SOx,NOx,  dan partikel
  10. Memahami toksikologi logam beraar (jenis, karakteristik, dan mekanisme keracunan)
  11. Memahami toksisittas pestisida, organik solvent
  12. Memahami  mekanisme toksisitas atas dasar  efek yang dapat terjadi pada pekerja melalui sistem penafasan, kulit, syaraf, hati, dan ginjal


Pada mata kuliah ini kita akan mempelajari tentang hubungan antara toksikan serta efek toksik bagi manusia.

Download : Pertemuan 1 Toksikologi Industri
Bookmark and Share

Mata Kuliah : Pengendalian Vektor dan Rodent (kelas minat Epidemiologi)

Pada mata kuliah Pengendalian Vektor diharapkan mahasiswa kesehatan masyarakat mampu melaksanakan konsep pengendalian vektor serta mencapai standar kompetensi utama sarjana kesehatan masyarakat, yaitu : 

Kompetensi 1 yaitu mampu melakukan kajian dan analisis situasi (analytic/assessement
Kompetensi 6 yaitu memiliki penguasaan ilmu kesehatan masyarakat (public health science skills) 

Tujuan khusus mata kuliah ini adalah :
  1. Memahami pengertian pengendalian vector dan pengelolaan vector terpadu.
  2. Menjelaskan macam-macam pengendalia vektor.
  3. Memahami tentang pengendalian vektor nyamuk.
  4. Memahami tentang pengendalian vektor lalat dan kecoa.
  5. Memahami tentang pengertian, jenis, dan cara kerja insektisida.
  6. Memahami tentang perbedaan rodentia dan insectivora.
  7. Menjelaskan pengendalian tikus.
  8. Memahami tentang pengendalian hayati untuk vektor dan rodent.
  9. Mampu menjelaskan dan melaksanakan tahapan survey vektor dan rodent.
  10. Mampu menjelaskan dan melaksanakan prosedur peracikan rodentisida
  11. Mampu menjelaskan dan melaksanakan prosedur untuk formulasi pestisida.
  12. Mampu menjelaskan dan menggunakan alat aplikator pengendali vektor dan rodent 
Pengendalian vektor diatur dalam regulasi Peraturan Menteri Kesehatan 374 Tahun 2010 tentang Pengendalian Vektor. Pengendalian vektor adalah semua kegiatan atau tindakan yang ditujukan untuk menurunkan populasi vektor serendah mungkin sehingga keberadaannya tidak lagi berisiko untuk terjadinya penularan penyakit tular vektor di suatu wilayah atau menghindari kontak masyarakat dengan vektor sehingga penularan penyakit tular vektor dapat dicegah.

Program pengendalian vektor dapat berlangsung dengan maksimal dengan melakukan integrasi lintas sektoral. Peningkatan pengetahuan tentang vektor dapat dilakukan secara dini, misal pengetahuan tentang vektor nyamuk, kutu, dll dalam mata pelajaran tingkat sekolah dasar disertai dengan dampak apabila vektor di lingkungan tidak bisa dikendalikan. Pembentukan pemantau jentik cilik tingkat sekolah dasar sebagai salah satu keluaran dari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.


Bookmark and Share

Selasa, 09 Mei 2017

Materi Higiene Sanitasi Makanan

Berikut adalah materi Higiene Sanitasi Makanan sebagai bahan untuk UAS. Download file berikut kemudian ekstraksi file tersbeut dengan program Winrar.


Materi HSM rar

Selamat menjalankan UAS semoga memperoleh hasil yang memuaskan.

Salam sehat,
Bookmark and Share

Senin, 17 April 2017

MK Higiene Sanitasi Makanan : Identifikasi Sederhana Boraks Pangan Olahan

Saat mengolah makanan selalu diusahakan untuk menghasilkan produk makanan yang disukai dan bermutu baik serta aman untuk dikonsumsi. Karena itu, pada proses pembuatannya sering dilakukan penambahan “Bahan Tambahan Pangan” atau BTP antara lain bahan pengawet, pengenyal, pewarna, dan lain-lain. 

Zat kimia yang digunakan dalam pengawetan pangan terbagi dalam dua kelompok; komponen makanan biasa seperti gula dan garam, dan berbagai bahan khusus yang mencegah atau memperlambat kerusakan pangan. 

Beberapa bahan atau zat yang sering disalahgunakan dalam pengolahan makanan karena bersifat toksis antara lain boraks, formalin dan rhodamine B. Penggunaan boraks sebagai bahan tambahan makanan telah dilakukan lama, antara lain dalam pembuatan krupuk gendar. Boraks oleh pedagang dikenal dengan nama bleng, cetitet, puli, atau obat gendar (bahasa Jawa). 

Penggunaan boraks (asam borat) termasuk dalam Bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam menurut Permenkes RI No. 033 / Tahun 2012 sebagai berikut:
  1. Asam borat (boric acid)
  2. Asam salisilat (salicylic acid)
  3. Dietilpirokarbonat (diethylpyrocarbonate, DEPC)
  4. Dulsin (dulcin)
  5. Formalin (formaldehyde)
  6. Kalium bromat (potassium bromate)
  7. Kalium klorat (potassium chlorate)
  8. Kloramfenikol (chloramphenicol)
  9. Minyak nabati yang dibrominasi (brominated vegetable oils)
  10. Nitrofurazon (nitrofurazone)
  11. Dulkamara (dulcamara)
  12. Kokain (cocaine)
  13. Nitrobenzen (nitrobenzene)
  14. Sinamil antranilat (cinnamyl anthranilate)
  15. Dihidrosafrol (dihydrosafrole)
  16. Biji tonka (tonka bean)
  17. Minyak kalamus (calamus oil)
  18. Minyak tansi (tansy oil)
  19. Minyak sasafras (sasafras oil)












Serbuk putih boraks (kiri) dan 'bleng' bahan baku pembuat kerupuk gender (kanan)


Oleh karena itu, informasi untuk mengidentifikasi apakah dalam makanan mengandung borax atau tidak, sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Berikut ini adalah prosedur analisa sederhana untuk identifikasi keberadaan borax dalam makanan :

1. Membuat kertas indikator curcumin / tumeric
Curcumin adalah salah satu zat aktif antioksidan yang banyak terdapat dalam kunyit / kunyit. Pembuatan kertas indikator curcumin sederhana bisa dilakukan dengan cara :
  • Menumbuk atau parut kunyit hingga diperoleh kira kira 3 gram parutan kunyit.
  • Peras parutan kunyit tersebut dan diperoleh larutan kunyit yang berwarna oranye.
  • Masukkan kertas saring yang telah dipotong 1x3 cm ke dalam larutan kunyit tersebut.
  • Biarkan beberapa saat sampai kertas saring menyerap larutan curcumin.
  • Ambil kertas indikator curcumin basah tersebut dan keringkan dengan cara diangin-anginkan
  • Pengeringkan kertas indikator curcumin tidak dilakukan di bawah sinar matahari, supaya antioksidan curcumin yang berfungsi sebagai zat aktif indikator tidak rusak.

2. Ambil sampel yang akan diteliti keberadaan borax di dalamnya, misal mie, tahu, bakso, lontong, cilok, lupis, dll.

3. Sampel dipotong kecil-kecil dan ditimbang sebanyak 5 gram, kemudian dihaluskan.

4. Rendam sampel yang telah dihaluskan ke dalam aquades selama 24 jam

5. Masukkan kertas indikator curcumin ke dalam air sampel (apabila sampel bakso/lontong/tahu, sampel diiris terlebih dahulu supaya pemeriksaan dapat dilakukan di bagian dalam)

6. Perhatikan perubahan warna yang terjadi pada kertas indikator curcumin. Jika terbentuk perubahan pada kertas indikator dari oranye menjadi coklat kemerahan, maka sampel Anda positif mengandung boraks

Contoh hasil uji borax pada bakso yang dihaluskan dengan kertas tumeric / curcumin

Selain menggunakan cara pengujian, identifikasi borax dalam makanan dapat dilakukan dengan mencermati makanan secara langsung, dengan cara :
  • Mie Basah : tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah putus
  • Bakso : tekstur sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging, tapi lebih cemerlang keputihan.
  • Lontong : rasa getir dan sangat gurih, serta beraroma sangat tajam
  • Kerupuk : teksturnya sangat lembut dan renyah, bisa menimbulkan rasa getir di lidah

Mudah khan cara identifikasi keberadaan borax pada makanan. Anda bisa lakukan dan berikan informasi ini kepada orang di sekitar Anda supaya mendapatkan makanan yang sehat.
Sebagai tambahan informasi dalam pemilihan makanan, sebaiknya Anda melakukan pengamatan fisik sampel sebelum dilakukan pemeriksaan, misal : kekenyalan, bau, tekstur, dll. Sehingga dapat diketahui dari bentuk fisik senyawa yang mengandung boraks.

Salam sehat, 
Bookmark and Share

Minggu, 16 April 2017

Kunjungan Lapangan MK. Dasar Kesehatan Lingkungan A13

Sehubungan dengan pelaksanaan kunjungan lapangan untuk mata kuliah Dasar Kesehatan Lingkungan maka mahasiswa wajib mengumpulkan lembar observasi kunjungan lapangan, dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Silahkan download lembar observasi pada link posting di bawah ini dan dicetak
  2. Silahkan mengisi lembar observasi dengan tulisan tangan jelas dan rapi
  3. Lembar Observasi kelas A13.3 dan A13.4 dikumpulkan pada hari Rabu, 19 April 2017 (diletakkan di meja akademik FIKES Kampus 1)
  4. Lembar Observasi kelas A13.1 dan A13.2 dikumpulkan pada hari Rabu, 26 April 2017 (diletakkan di meja akademik FIKES Kampus 1)
  5. Lembar Observasi dilengkapi dengan foto kunjungan lapangan yang sesuai
Link lembar observasi :


Bookmark and Share

Selasa, 20 Desember 2016

Perencanaan Studi Kelas A11

Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran mahasiswa, maka Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat UNRIYO melakukan perencanaan studi bagi mahasiswa kelas A11 pada semester VI s.d VIII. Berikut ini adalah dokumen yang perlu diunduh oleh para mahasiswa untuk diajukan pada saat pengisian KRS Semester VI kepada DPA pada Januari 2017.

Download :

  1. Dokumen Rekapitulasi Nilai, Form Persetujuan Mengikuti Mata Kuliah Persiapan Uji Kompetensi, dan Form Persetujuan Pengambilan Proposal Penelitian
  2. Alur Perencanaan Studi Kelas A11
Kami mengharapkan mahasiswa dapat melakukan perencanaan studi melalui bimbingan Dosen Pembimbing Akademik sehingga dapat menyelesaikan perkuliahan tepat waktu (8 semester)

Salam,

Bookmark and Share

Jumat, 09 Desember 2016

Tugas MK. Teknologi Tepat Guna 2016 : Video Alat Teknologi Tepat Guna

Di akhir perkuliahan Teknologi Tepat Guna Program Studi Kesehatan Masyarakat Respati Yogyakarta, mahasiswa mendapatkan tugas untuk menunjukkan karya teknologi tepat guna mereka berhubungan dengan penyelesaian masalah kesehatan masyarakat di dunia maya. 
Ya, melalui dunia maya diharapkan akan banyak yang mendapatkan informasi tentang alat tersebut serta menunjukkan kepada masyarakat tentang kemampuan dari para calon sarjana kesehatan masyarakat dari UNRIYO.
Melalui informasi yang telah mereka berikan kepada saya dosen pengampu melalui Whatapps, terkumpul 20 video dari teman-teman mahasiswa. Bermacam-macam alat yang telah mereka buat, paling banyak tentang penyaringan air, kemungkinan mereka membuat alat tersebut karena alat dan bahan yang mudah diperoleh.
Berikut adalah link dari mahasiswa peserta MK. TTG :
  1. https://youtu.be/kfyKi2VbXyE Briket Daun Pisang dan Kompor Sederhana oleh Sayyid Jafar, dkk ** (recommended)
  2. https://youtu.be/0PaGk5ouWxc Penyaring Air Kotor oleh Asni, dkk ** (recommended)
  3. https://youtu.be/JfagTl-tTks Pengolahan Barang Bekas oleh Elyis, dkk 
  4. https://youtu.be/UAoi48Rrdsw Penyaring Air Sederhana oleh Rudiath, dkk 
  5. https://youtu.be/NN0FmUR_8RE Kulkas Ramah Lingkungan oleh Intan, dkk 
  6. https://youtu.be/8hbw4h_KKRg Penyaringan Air Sederhana oleh Joko, dkk 
  7. https://youtu.be/9Dnj4uzYP5E AC Sederhana oleh Siyfaul Jannah, dkk 
  8. https://youtu.be/8bHbzz8kZcE Perangkap Nyamuk Sederhana oleh Anisatun, dkk 
  9. https://www.youtube.com/watch?v=mlw2XiOmMB4 Taman Vertikal dari Botol Bekas dan Sampah Organik oleh Hariyana, dkk 
  10. https://youtu.be/dx_dzDUcwgA Filtrasi Tabung Air Sumur oleh Yanka. dkk 
  11. https://www.youtube.com/watch?v=lnIq4oQsaw4 Alat Bantu Pernafasan Sederhana oleh Jaini, dkk 
  12. https://m.youtube.com/watch?v=lVlI-NY9Ijo Pengusir Nyamuk oleh Dwi Krizia dkk 
  13. https://youtu.be/UH5oq786kC0 Penjernihan Air oleh Lauri, dkk 
  14. http://youtu.be/NJBNvTPY2dg Komkabe 
  15. https://youtu.be/0e5-rMOlMlo Penyaring Air oleh Setya Rahmah 
  16. https://youtu.be/VpxnHJGQSFU Brownies Pare oleh Santi, dkk 
  17. https://youtu.be/8ml39XMo6bU Saringan Kran dari Botol Bekas oleh Stevin, dkk
  18. http://youtu.be/0rHQRoYNujo Pompa Air Manual Tanpa Listrik oleh Marwah, dkk
  19. https://youtu.be/5wM4H6oS3no Alat Penyaring Udara oleh Alinaro, dkk ** (recommended)
  20. https://youtu.be/4VUKUYVhqtY Wastafel Injection oleh Anas Asrdiansyah, dkk ** (recommended)

Dari duapuluh video yang telah dibuat oleh mahasiswa ada beberapa video yang saya anggap lebih baik daripada video yang lainnya, saya berikan tanda **. Hal tersebut, bukan berarti video yang lain tidak mendapatkan apresiasi. Saya memberikan apresiasi untuk semua video yang telah mahasiswa ciptakan, atas usaha mereka. Meskipun ada beberapa kelemahan, misal alur cerita, pengambilan gambar, audio, dll. 

Sebagai bentuk apresiasi, saya harap kalian bisa melihat video singkat tsb (durasi kurang lebih 5 menit) dan memberikan apresiasi kepada mereka, serta kritik untuk masukan menjadi lebih baik lagi.

Terima kasih untuk peran serta mahasiswa TTG 2016/2017 kelas A11 dan A12.
Kalian keren !

Salam sehat,
-Ibu Deta-


Bookmark and Share

Minggu, 04 Desember 2016

Materi Biomedis 2016

Pada perkuliahan Biomedis 1 dengan sub bahasan Kimia ada tiga materi yang telah saya paparkan di dalam kelas perkuliahan. Apabila, teman-teman mahasiswa ada yang belum mendapatkan materi tersebut, Anda bisa download materi di bawah ini :

Pertemuan 1 Biomedis : Larutan
Pertemuan 2 Biomedis : Pencemaran
Pertemuan 3 Biomedis : Radikal Bebas dan Antioksidan
Bookmark and Share

Materi Teknologi Tepat Guna : Anaerobic Baffle Reactor

Pada materi teknologi tepat guna ini, saya akan membagikan hasil penelitian saya dan mahasiswa tentang instalasi biogas untuk pengolahan limbah cair industri tahu di Gunung Saren, Trimurti, Bantul. Instalasi biogas ini memiliki desain Anaerobic Baffle Reactor (ABR), instalasi ini masih dipergunakan sampai sekarang. Melalui hasil penelitian ini, kita akan mengetahui tentang cara kerja, beban, serta efektivitas ABR. Silahkan download artikel penelitian di bawah ini dan selanjutnya akan kita diskusikan bersama di kelas kuliah Teknologi Tepat Guna, Prodi Kesehatan Masyarakat, UNRIYO
Download  

Bookmark and Share

Minggu, 20 Maret 2016

MK. PSPV : Bionomik Vektor

http://www.nzdl.org/gsdl/collect/cdl/archives/HASH01f1/6a8f5683.dir/p012.gif

Penugasan bagi mahasiswa peserta Mata Kuliah Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Vektor untuk materi Bionomik Vektor "Berkenalan Dengan Vektor"


  1. Membuat kelompok 3-5 orang
  2. Melakukan diskusi terkait dengan : Bionomik vektor, mekanisme penularan vektor, pengendalian vektor
  3. Menyusun laporan diskusi bionomik vektor
  4. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok 
  5. Mengumpulkan naskah hasil dikusi pada pertemuan minggu berikutnya yaitu pada tanggal 24 Maret 2016
Download : Bionomik Vektor


Bookmark and Share

Minggu, 06 Maret 2016

MK. Sanitasi Limbah 2016 : Pengantar

Setelah menyelesaikan mata kuliah Sanitasi Limbah ini diharapkan mahasiswa Kesehatan Masyarakat mampu memahami konsep limbah, baku mutu, dan pengelolaan limbah yang meliputi pemeriksaan dan pengolahan limbah untuk mencapai standar kompetensi utama kesehatan masyarakat, yaitu :
  • Kompetensi 1 yaitu mampu melakukan kajian dan analisis situasi (analytic/assessement) dan
  • Kompetensi 6 yaitu: memiliki penguasaan ilmu kesehatan masyarakat (public health science skills) 
Tujuan Khusus Perkuliahan Sanitasi Limbah ini adalah sbb :
  1. Memahami gambaran umum permasalahan limbah
  2. Memahami tentang regulasi terkait dengan pengelolaan limbah
  3. Mengetahui dan mengidentifikasi jenis limbah dan karakteristiknya
  4. Memahami hubungan antara limbah dengan pencemaran
  5. Memahami tentang jeni dan pengelolaan bahan pencemar
  6. Memahami tentang perencanaan pengolahan limbah
  7. Memiliki pengetahuan dasar tentang pengolahan limbah cair terpadu di rumah tangga, rumah sakit, dan perkotaan.
  8. Memiliki wawasan secara langsung tentang praktik pengolahan limbah secara langsung di institusi terkait.
download : Materi Sanitasi Limbah : Pengantar
D


Bookmark and Share

Pameran Teknologi Tepat Guna Kesehatan Masyarakat 2015

Perkembangan kesehatan masyarakat sangat erat hubungannya dengan kesediaan teknologi tepat guna di suatu komunitas masyarakat. Teknologi tepat guna (TTG) yang dikenal dengan appropriate health technology adalah suatu cara pemenuhan kesehatan masyarakat dengan metode yang sederhana, murah, mudah dibuat, serta mudah diperlihara oleh masyarakat. Sebagai salah satu wujud kemampuan berkarya, maka dalam perkuliahan TTG Semester Ganjil 2015/2016 Prodi Kesehatan Masyarakat UNRIYO mengadakan Pameran Teknologi Tepat Guna. Bertempat di Hall Gedung B, mahasiswa yang sudah terbagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) mempresentasikan karya TTG mereka. 

Sebelum melakukan pameran tersebut, mahasiswa telah mengalami proses seleksi dan penyusunan proposal TTG oleh dosen pengampu (saya sendiri). Seleksi bertujuan untuk meningkatkan keragaman TTG yang dibuat oleh mahasiswa, serta kemanfaatan teknologi tersebut dalam kesehatan masyarakat.

Pameran diadakan oleh lima kelompok, dari kelas A10.1, A10.2, A10.3, A10.4, dan A11.
Berikut adalah hasil pameran serta penilaian dari pameran TTG 

Kelas A10.1
  1. Pestisida Daun Pepaya 
  2. Detergen Filter Effective (Detective) *
  3. Osmojentik *
  4. Briket Arang Tempurung Kelapa *
  5. Perangkat Tikus Kempit (dari NTT) *
  6. Kerajinan Kain Perca dan VCD Bekas *
  7. Kerajinan Tas dari Kulit Kayu
  8. Perangkat Burung

Kelas A10.2
  1. Kipas Angin dari VCD Bekas
  2. Alat Pengasapan untuk Tikus *
  3. Tandon Malaria
  4. Komposter Pupuk Cair *
  5. Briket Arang Sampah Daun * 
  6. Aquaponik


Kelas A10.3
  1. Kompor Sederhana untuk Briket Arang *
  2. Komposter Pupuk Cair *
  3. Sistem Irigasi Sederhana *
  4. Tanaman Aeroponik
  5. Kompor Serbuk Gergaji
  6. Kompor Tenaga Surya *


Kelas A10.4
  1. Masker Motor Dari Daun Nangka *
  2. Penjernih Air (biji kelor) dan Pemanas Air Sederhana *
  3. Alat Biogas Sederhana *
  4. Briket Kulit Durian
  5. Alat Cuci Tangan Otomatis Tanpa Mesin *

Kelas A11
  1. Kompor Tenaga Surya
  2. Biopestisida Alami
  3. Biopestisida Alami Dari Kencing Sapi *
  4. Lampu dari Sendok Plastik Bekas *
  5. Briket Kulit Salak *
  6. Batako Stereofoam *
  7. Briket Kulit Pisang *
  8. Briket Kulit Durian * 
  9. Obat Nyamuk Semprot Daun Serai


Catatan : Kelompok bertanda bintang (*) adalah kelompok favorit pilihan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNRIYO, Dosen Pembimbing, dan Para Pengunjung


Salam Sehat,


Bookmark and Share

Sabtu, 23 Januari 2016

MK. Dasar Kesehatan Lingkungan : Rumah Sehat, Epidemiologi Lingkungan, Kisi-kisi UAS Dasar Kesling 2015

Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor risiko dan berorientasi pada lokasi, Soedjajadi Keman, Kesehatan Perumahan bangunan, kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan peme - liharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya, serta mencakup unsur apakah rumah tersebut memiliki penyediaan air minum dan sarana yang memadai untuk memasak, mencuci, menyimpan makanan, serta pembuangan kotoran manusia maupun limbah lainnya (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001). 

Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : 
  1. Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah, penerangan yang memadai, ventilasi yang nyaman, dan kebisingan 45-55 dB.A.;
  2. Memenuhi kebutuhan kejiwaan;
  3. Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular yaitu memiliki penyediaan air bersih, sarana pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah yang saniter dan memenuhi syarat kesehatan; serta
  4. Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan bahaya kebakaran, seperti fondasi rumah yang kokoh, tangga yang tidak curam, bahaya kebakaran karena arus pendek listrik, keracunan, bahkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas (Sanropie, 1992; Azwar, 1996). 
Komponen yang harus dimiliki rumah sehat (Ditjen Cipta Karya, 1997) adalah :
  1. Fondasi yang kuat untuk mene ruskan beban bangunan ke tanah dasar, memberi kestabilan bangunan, dan merupakan konstruksi penghubung antara bagunan dengan tanah;
  2. Lantai kedap air dan tidak lembab, tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan, bahan kedap air, unt uk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu;
  3. Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai;
  4. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap, menahan angin dan air hujan, melindungi dari panas dan debu dari luar, serta menjaga kerahasiaan ( privacy) penghuninya;
  5. Langit-langit untuk menahan dan menyerap panas terik matahari, minimum 2,4 m dari lantai, bisa dari bahan papan, anyaman bambu, tripleks atau gipsum; serta
  6. Atap rumah yang berfungsi sebagai penahan panas sinar matahari serta melindungi masuknya debu, angin dan air hujan.


Sumber Pustaka : Soedjajadi Keman. Artikel Ilmiah : Kesehatan Perumaha dan Lingkungan Pemukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 2, No. 1, 30Juli 2005 : 29 -42

Download Materi


Bookmark and Share

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Biomonitoring & Kisi-kisi UAS 2015

Evaluasi dampak kegiatan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan teknik biomonitoring. Metode ini dilakukan berdasarkan perubahan respon makhluk hidup diakibatkan karena perubahan lingkungan. Sebagai contoh : kupu-kupu semakin berkurang jumlah dan spesiesnya karena lingkungan udara yang semakin menurun kualitasnya, misalnya di perkotaan. Metode biomonitoring dianggap efektif dan efisien dalam mengukur keberhasilan pengelolaan lingkungan. 


Download : 


Bookmark and Share

Minggu, 03 Januari 2016

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Survei Vektor

penggunaan cidukan pada survei vektor
Meskipun sudah sejak lima puluhan dilakukan pemberantasan malaria, tetapi malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat hingga sekarang, letupan atau wabah malaria sering terjadi di beberapa daerah tertentu. Wabah malaria yang akhir-akhir ini sempat menjadi pembicaraan tingkat nasional. Untuk penanggulangan wabah tersebut oleh program pemberantasan malaria yang dibantu oleh tim kesehatan dan pihak institusi telah dilakukan penemuan dan pengobatan penderita serta penyemprotan dengan insektisida.

Akan tetapi karena upaya tersebut belum didasari data vektor yang benar, maka upaya yang dilakukan belum menyelesaikan masalah. Penyemprotan insektisida tidak dapat menghentikan penularan, sedang pengobatan tidak dapat mengejar penularan. Setelah didasari data vektor yang benar, kemudian dilakukan penyemprotan dengan fenitrothi/sumithion penularan dapat dihentikan. Kemudian dengan pengobatan, jumlah penderita dapat diturunkan dengan drastis.

Download :
MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Survei Vektor

Bookmark and Share

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/ pengangkutan, pengolahan dan pembuangan. TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Karenanya diperlukan penyediaan fasilitas dan perlakuan yang benar agar keamanan tersebut dapat dicapai dengan baik.
Download :

Bookmark and Share

Jumat, 04 Desember 2015

MK. Analisis Kualitas Lingkungan : Sanitasi Tempat-Tempat Umum

Sanitasi tempat-tempat umum merupakan usaha untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung di tempat-tempat umum terutama yang erat hubungannya dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit, sehingga kerugian yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut dapat dicegah. 

Sanitasi tempat-tempat umum, merupakan problem kesehatan masyarakat yang cukup mendesak. Karena tempat umum merupakan tempat bertemunya segala macam masyarakat dengan segala penyakit yang dipunyai oleh masyarakat. Oleh sebab itu tempat umum merupakan tempat menyebarnya segala penyakit terutama penyakit yang medianya makanan, minuman, udara dan air. 
Dengan demikian sanitasi tempat-tempat umum harus memenuhi persyaratan kesehatan dalam arti melindungi, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Tempat-tempat umum harus mempunyai kriteria sebagai berikut : 
  1. Diperuntukkan bagi masyarakat umum, artinya masyarakat umum boleh keluar masuk ruangan tempat umum dengan membayar atau tanpa membayar.
  2. Harus ada gedung/ tempat peranan, artinya harus ada tempat tertentu dimana masyarakat melakukan aktivitas tertentu.
  3. Harus ada aktivitas, artinya pengelolaan dan aktivitas dari pengunjung tempat-tempat umum tersebut.
  4. Harus ada fasilitas, artinya tempat-tempat umum tersebut harus sesuai dengan ramainya, harus mempunyai fasilitas tertentu yang mutlak diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tempat-tempat umum
Download :

Bookmark and Share

Pengaruh Bahan Kimia Pada Manusia

Antara satu zat kimia dengan zat kimia lain dapat menimbulkan interaksi atau saling berpengaruh satu sama lainnya. Efek yang terjadi dapa...