Kamis, 07 Juni 2012

Pengujian Raksa pada Krim Wajah


Perubahan kulit yang Anda alami setelah menggunakan kosmetika berlangsung cepat? terjadi dalam beberapa hari? anda mulai meragukan komposisi kosmetika Anda ? mengandung Hg atau tidak ? Berikut saya berikan beberapa informasi berkaitan dengan logam berat berwujud cair tersebut (baca : raksa) berserta cara pengujiannya khusus untuk sampel kosmetika.

Berdasarkan peraturan Menkes RI No. 140/Menkes/Per/III/1991 tentang wajib daftar alat kesehatan rumah tangga, bahwa kosmetik adalah  sediaan atau paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar badan , gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampilan, melindungi supaya dalam keaadan baik, memperbaiki bau badan, tetapi tidak tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit. Kosmetik termasuk sediaan farmasi maka pembuatannya harus mengikuti persyaratan, keaamanan dan kemamfaatannya sesuai dengan undang-undang kesehatan serta peraturan pelaksanaannya.
Krim adalah sediaan padat, berupa emulsi yang mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan  untuk pemakaian luar. Sekarang ini batasan tersebut diartikan untuk produk yang terdiri atas minyak dan air atau disperse mikro kristal asam lemak atau alkohol berantai panjang dalam air yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan untuk sebagai kosmetik dan untuk estetika.

A. Krim Pemutih
Krim pemutih  pemutih merupakan campuran bahan kimia dan lainnya dengan khasiat bisa memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit. Tujuan penggunaanya dalam jangka waktu yang lama agar dapat menghilangkan  atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit, tetapi penggunaan yang harus terus menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen.
1.        Bahan aktif  krim pemutih.
Bahan aktif dalam kebanyakan sediaan pemutih modern adalah garam merkuri, bahan paling sering digunakan dari jenis ini merkuri kloroamida  (merkuri amida klorida, HgNH2Cl2), merkuri klorida (sublimate, HgCl2), merkurous klorida (kalomel, Hg2Cl2).  Semua senyawa ini kecuali Hg2Cl2 yang tidak dapat larut dalam air, lemak dan pelarut organic dan dicampur kedalam krim dalam bentuk dispersi halus.
2.        Cara kerja krim pemutih
Efek garam merkuri tergantung pada inhibasi enzim tirikinaase yang bertanggung jawab pada tahap pertama oksidasi tirosin menjadi melanin sehingga tahap awal dari reaksi berantai yang menuju pembentukan melanin tidak terjadi dan kulit mencerah atau lebih putih. Melanin yang ada tidak dapat dihancurkan tetapi pembentukan pigmen dicegah. Sebagai tambahan, sublimat mempunyai efek pengelupasan karena melepaskan HCl pada lapisan kulit yang paling atas yang menyerang korneum.
  

B.   Merkuri (air raksa)
a. Ciri-ciri dari merkuri
Merkuri atau air raksa (Hg) muncul di lingkungan secara alamiah dan berada dalam beberapa bentuk yang pada prinsipnya dapat dibagi menjadi 3 bentuk utama yaitu (David K Tan et al, 2006; Clarkson W.Thomas, 2002; WHO, 1989).
a
      Merkuri metal (elemental mercuri) (Hg0) merupakan logam berwama putih, berkilau dan pada suhu kamar berada dalam bentuk cairan. Pada suhu kamar akan menguap dan membentuk Hg uap yang tidak berwama dan tidak berbau. Makin tinggi suhu, makin banyak yang menguap. Banyak orang yang telah menghirup Hg mengatakan bahwa terasa logam dimulutnya. Hg metal masih digunakan dalam beberapa herbal dan obat tradisional di Amerika Latin dan di Asia, digunakan juga dalam acara ritualseperti Voodoo, Santeria dan Espiritismosuku Caribia di Amerika Latin. Digunakan juga untuk bahan pembuat themometer,barometer. Hg metal banyak digunakan untukproduksi gas chlorine dan caustic soda dan untuk pemurnian emas. Juga digunakanuntuk pembuatan baterai, dan saklar listrik.Untuk bahan penambal gigi biasanyamengandung Hg metal 50% (WHO ,1976,1989). Estimasi yang dilakukan oleh WHO menyatakan bahwa sekitar 3% dari total konsumsi merkuri digunakan untuk dental amalgam. Dental amalgam ini merupakan campuran dari merkuri yang dicampur dengan perak, dan tin dengan komposisi 45-50% merkuri, 25-35% perak, 2-30% tembaga dan 15-30% tin. Estimasi yang dilakukan terhadap dokter gigi di Amerika menyatakan bahwa penggunaan Hg rata-rata berkisar 0,9 – 1,4 kg amalgam /tahun. Pajanan yang ditimbulkannya adalah Hg uap.
b
      Senyawa merkuri anorganik terjadi ketika Hg dikombinasikan dengan elemen lain seperti chlorine (Cl), sulfur atau oksigen. Senyawa-senyawa ini biasa disebut garam-garam Hg. Senyawa Hg anorganik berbentuk bubuk putih atau knstal, kecuali merkurik sulfida (HgS) yang biasa disebut Chinabar adalah berwarna merah dan akan menjadi hitam setelah terkena sinar matahari. Senyawa Hg anorganik digunakan sebagai fungisida. Garam-garam merkuri anorganik termasuk amoniak merkurik chlorida dan merkurik iodide digunakan untuk cream pemutih kulit. Merkuri chlorida (HgCl2) adalah sebagai antiseptik atau disinfektan. Pada waktu lampau, merkurous chlorida digunakan dalam dunia kedokteran untuk obat penjahar (urus-urus), obat cacing dan bahan penambal gigi. Senyawa kimia lain yang mengandung Hg masih digunakan sebagai anti bakteri. Produk ini termasuk mercurochrome (mengandung 2% mercuric sulfide) dan mercuric oksida digunakan untuk zat warna pada cat, sedangkan mercuric sulfide digunakan pula sebagai pewarna merah pada tattoo. Merkurik chlorida juga digunakan sebagai katalis, industri baterai kering, dan fungisida dalam pengawetan kayu. Merkurik asetat digunakan untuk sintesa senyawa organomerkuri, sebagai katalis dalam reaksi-reaksi polimerisasi organik dan sebagai reagen dalam kimia analisa (IARC, 1993 ). Senyawa-senyawanya banyak digunakan sebagai disinfektan, pestisida, bahan cat, antiseptik, baterai kering, photografi, di pabrik kayu dan pabrik tekstil (WHO, 1976; Clarkson W. Thomas, 2002).
c.     
      Senyawa Hg organik terjadi ketika Hg bertemu dengan carbon atau organomerkuri. Banyak jenis organomerkuri, tetapi yang paling populer adalah metilmerkuri (dikenal dengan monometilmercuri) CHJ3 — Hg — COOH. Pada waktu yang lampau, senyawa  organomerkuri yang dikenal adalah penilmerkuri yang digunakan dalam beberapa produk komersial. Organomerkuri lainnya adalah dimetilmerkuri (CH3 — Hg — CH3) yang juga digunakan sebagai standar referensi tes kimia. Di lingkungan ditemukan dalam jumlah kecil namun sangat membahayakan bagi manusia dan hewan. Seperti senyawa Hg organik, metil merkuri dan penilmerkuri ada dalam bentuk garamgaramnya seperti metilmerkuri chloride dan fenilmerkuri acetat. Metilmerkuri dihasilkan dari proses microorganisme (bakteria dan fungi) di lingkungan. Sampai tahun 1970 an metilmerkuri dan etilmerkuri digunakan untuk mengawetkan biji-bijian dan infeksi fungi. Ketika diketahui adanya efek negative terhadap kesehatan dari bahan berbahaya metilmerkuri dan etilmerkuri, maka penggunaan selanjutnya sebagai fungisida biji-bijian dilarang. Sampai tahun 1991 an penggunaan fenilmerkuri sebagai antifungi pada cat dalam maupun cat luar bangunan masih diperbolehkan, tetapi penggunaan ini selanjutnya juga dilarang karena akan terjadi penguapan Hg dari cat-cat tersebut.

      Sabun dan krem yang mengandung merkuri telah digunakan dalam waktu yang lama oleh masyarakat kulit hitam di beberapa wilayah untuk pemutih kulit. Sabun biasanya mengandung merkuri 3% sedangkan krem pemutih mengandung merkuri 10%. Sabun dan krem pemutih digosokkan pada kulit dan dibiarkan kering atau digunakan sebelum tidur. Metil merkuri (MeHg) sangat mudah diserap tubuh melalui jalur pencernaan (95% diserab oleh tubuh). 

      Setelah seseorang makan ikan atau makanan lain yang terkontaminasi oleh MeHg, maka MeHg akan masuk ke peredaran darah dengan mudah dan cepat tersebar ke seluruh jaringan tubuh. Hanya dalam jumlah kecil MeHg ke peredaran darah melalui kulit, tetapi bentuk lain Hg-organik yaitu dimetilmerkuri dapat dengan cepat masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Senyawa Hg-organik dapat menguap secara perlahan-lahan pada suhu kamar dan dapat terhirup oleh orang yang berada di tempat tersebut. Ketika senyawa Hg-organik masuk aliran darah, akan secara cepat masuk ke jaringan-jaringan tubuh lainnya dan siap masuk ke otak. Karena sifatnya yang sangat beracun, maka U.S. Food and Administration (FDA) menentukan pembakuan atau Nilai Ambang Batas (NAB) kadar merkuri yang ada dalam air sungai, yaitu sebesar 0,005 ppm. Food and Drug Administration (FDA) mengestimasi pajanan Hg dari ikan rata-rata 50 ng/kg/hari atau kira-kira 3,5µg/hari untuk orang dewasa dengan berat badan rata-rata (70 kg). Secara alamiah kandungan Hg di lingkungan adalah sebagai berikut:
·      Kadar total Hg udara = 10 – 20 ng/m3 untuk udara outdoor di kota.
·      Kadar total Hg air permukaan = 5 ppt = 5 ng/l
·      Kadar total Hg dalam tanah 20 – 625 ppb.

C. Efek Negatif dari Logam Merkuri
Gejala keracunan akut antara lain seperti kehilangan nafsu makan, berat badan menurun dan shyness. 

Gejala keracunan kronik ringan adalah erethism, paraesthesia, kehilangan daya ingat, insomnia, tremor dan ginggivitis, sweating (World Health Organization, 1976; Hunter et al, 1980). Keracunan kronik merkuri organic sangat berbahaya karena mengakibatkan gangguan sistem syaraf pusat (central nervous system). Gejala pertama (sindrom) yang dirasakan antara lain rasa kesemutan, rasa baal pada kulit, jarak pandang mata menyempit, pendengaran berkurang, berjalan limbung , tremor, dan daya ingat yang berkurang, gangguan fungsi ginjal dan kesuburan, menimbulkan efek membahayakan terhadap otak janin (teratogenik) dan dapat menimbulkan cacat seumur hidup. 

Keracunan Metilmerkuri menimbulkan gangguan CNS seperti ataxia, pandangan menyempit, pendengaran menurun, neuropati, sifatnya tembus otak dan plasenta oleh karena itu sangat berbahaya bagi janin. Kasus keracunan di Jepang oleh metilmerkuri yang masuk ke dalam tubuh melalui makan ikan, terlihat pada 121 pasien menderita paraesthesia (mati rasa, dysarthria, daya ingat menurun, pandangan menyempit, pendengaran menurun, jalan limbung), CNS (ataxia, pandangan menyempit, pendengaran menurun, neuropati), secara physik : ataxia, pandangan menyempit, pendengaran menurun, dan neuropati.
Anak-anak yang menghirup uap Hg, makan makanan atau bahan lain yang mengandung fenilmerkuri atau mengandung garam-garam Hg-anorganik atau menggunakan salep yang mengandung MeHg akan berkembang menjadi acrodynia atau sakit pink. Acrodynia dapat merupakan kram kaki yang parah, iritabilitas, dan kulit menjadi merah tidak normal diikuti dengan tangan, hidung, tungkai dan kaki yang mengelupas, gatal, bengkak, denyut jantung rneningkat, tekanan darah meningkat, air liur atau keringat berlebihan, ruam, resah, sulit tidur dan lemah. Kejadian tersebut hanya pada anak-anak, tetapi baru-baru ini dilaporkan bahwa remaja dan orang dewasa telah menunjukkan gejala acrodynia (ATSDR, 1999). MeHg adalah senyawa kimia yang sangat dikenal dengan risiko terhadap perkembangan anak. Pajanan dapat melalui makan ikan, roti yang terkontaminasi MeHg. Ibu yang terpajan MeHg dapat memajan anaknya melalui air susu ibu.

D. Pengujian sampel dengan cara penyarian / ekstraksi sederhana
1. uji kualitatif  (A)
sampel sebanyak 2 gram  dimasukkan kedalam cawan porselin, kemudian ditambahkan HNO3 (P) , lalu dipanaskan dan disaring   :
a)      Filtrat yang diperoleh ditambahkan 5 tetes larutan NaOH 2N terbentuk endapan hitam (Hg), Didihkan terbentuk endapan abu-abu merkurium (II) oksida.
b)      Filtrat ditambahkan 5 tetes laruan KI 0,5 N terbentuk endapan hijau (HgI), jika didihkan terbentuk endapan merah merkuri (II) iodide dan merkurioum hitam yang berbutir halus.
c)      Filtrat ditambahkan 5 tetes larutan kalium kromat kemudian dipanaskan terbentuk endapan kristal merah merkurium (I) kromat.

2. Uji Kualitatif (B).
Prosedur kerja :
a)      Timbang cuplikan lebih kurang 2,5 gram, masukkan dalam tabung.
b)      Kocok tiga kali, tiap kali dengan 12,5 eter
c)      Buang fase eter.
d)      Fase ditambah 5 mL campuran asam klorida 25% dan dan asam nitrat (3: 1).
e)      Uapkan diatas penangas air  sampai air kering.
f)       Tambahkan lagi 5 mL campuran asam klorida 25% dan asam nitrat ( 3:1).
g)      Uapkan kembali diatas penangas air sampai hampir kering, ulangi lagi
h)      Tambahkan 5 mL air
i)        Didihkan sebentar, dinginkan, dan saring.
Cara uji  :
a)      Masukkan kedalam tabung sejumlah mL larutan uji, tambahkan 1 tetes larutan kalium iodide 0,5 N perlahan melalui dinding tabing.
b)      Harus tidak terjadi endapan jingga.
c)      Masukkan  kedalam tabung reaksi + 3 -5 mL larutan uji.
d)     Amplas batang tembaga sampai mengkilap.
e)      Celupkan kedalam larutan uji untuk beberapa saat.
f)       Batang tembaga akan dilapisi endapan abu-abu mengkilap dan akan lebih jelas jika digosok dengan kertas saring.Panaskan pada nyala api bebas, warna abu-abu akan hilang.

Catatan : Agar dapat dipergunakan sebagai pembanding untuk mengetahui perkiraan kadar raksa di sampel Anda, buatlah larutan standar Hg 1%.

 E. Pengujian sampel tanpa penyarian

 Pada dasarnya, reagen pereaksi untuk mengidentifikasi Hg pada kosmetika yang dipergunakan pada pengujian sampel tanpa penyarian hampir sama dengan pengujian sampel menggunakan penyarian seperti pada tahapan D di atas. Akan tetapi, hasil yang diperoleh untuk tahapan ini akan nampak nyata atau jelas perubahannya apabila sampel kosmetika Anda memiliki Hg yang tinggi.

UJI KUALITATIF (A) yaitu yang pertama dengan menggunakan uji larutan KI 0,5 N, NaOH 2 N,  dan larutan kalium kromat.
Apabila larutan sampel yaitu 2 gram krim pemutih yang dilarutkan pada HNO3(P)diujikan dengan larutan NaOH 2 N, maka akan terbentuk endapan hitam (Hg), dan setelah itu didihkan dan terbentuk enpadan abu-abu, berarti larutan itu positif mengandung merkurium (II) oksida. Endapan tak larut dalam reagensia berlebihan, tetapi mudah larut dalam asam nitrat encer.’
Ketika didihkan, warna endapan berubah menjadi abu-abu, Karena disproporsionasi , pada mana merkurium (II) oksida dan logam merkurium terbentuk :
Hg2O ↓ → HgO +  Hg↓
Pengujian yang kedua yaitu dengan penambahan 5 tetes larutan KI 0,5 n terbentuk endapan hijau (HgI) yang jika didihkan terbentuk endapan merah merkuri (II) iodide dan merkurioum hitam yang berbutir halus
Kalium iodide yang ditambahkan perlahan-lahan  daalam laarutan dingin secara teori dapat membentuk endapan hijau merkurium (I)  iodide.
Hg2I22+ + 2I-→ Hg2I2.
                Jika ditambahkan reagensia yang berlebihan, terjadi reaksi disproporsionasi, dan terbentuk ion tetraiodomerkurat (II) yang larut dan merkurium hitam yang berbutir halus :
Hg2I2 ↓ + 2I- →   [HgI4]2- + Hg↓.
Ketika mendidihkan endapan merkurium (I) iodide dengan air, terjadi pula disproporsionasi, dan terbentuk campuran endapan merkurium (II) iodida merah dan merkurium yang berbutir halus :
Hg2I2 ↓→   HgI2   + Hg↓
Dan yang terakhir filrat ditambahkan 5 tetes larutan kalium kromat kemudian dipanaskan terbentuk endapan kristal merah merkurium (I) kromat :
Hg 2+ +  CO32-→ Hg2CO3
Dari pengujian diatas maka diperoleh plasenta, quina, yang sama – sama mempunyai warna larutan merah dan terdapat endapan hitam. Sedangkan fair cheek warna larutannya terbagi dua yang atas berwarna merah dan bawah berwarna kuning dan terdapat endapan hitam. Ini msudaah membuktikan bahwa ketiga cream pemutih diatas telaah mengandung Hg dengan adanya endapan hitam.

UJI KUALITATIF (B) yaitu pengujiannya dengan menggunakanlarutan KI 0,5 N dan menggunakan batang tembaga yang dicelupkan pada filrat yang akan diuji. Pada pengujian ini yang positif teridentifikasi yaitu  UB biasa, plasenta, dan RDL. Pengujian positif karena ketiga kream pemutih sama-saam mempunyai warna larutan hijau dan terdapat endapan abu-abu.

Sebagai informasi tambahan yang saya anggap penting, maka akan saya informasikan Public Warning  NO. KH.00.01.43.2503 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI tentang :

Semoga informasi ini bermanfaat,
Salam,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar